Makin tua makin menjadi. Itulah ungkapan paling tepat untuk menggambarkan legenda rock Indonesia, God Bless. Tampil berbagi panggung dengan empat band besar Tanah Air lainnya yang notabene para personelnya berusia lebih muda: GIGI, Krakatau, Kahitna dan Sheila On 7, God Bless tetap tidak kehilangan taring sedikit pun dan benar-benar menjadi representatif genre rock yang absolut di perhelatan “5UPERGROUP: Live in Concert” yang berlangsung di Plenary Hall, Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta, semalam (21/11).

Achmad Albar (vokal), Ian Antono (gitar), Donny Fattah (bass), Abadi Soesman (kibord) dan Fajar Satritama (dram) membuka penampilan dengan lagu “Panggung Sandiwara” – yang lebih dulu diawali petikan lagu “Balada Sejuta Wajah” – Achmad Albar dkk memancing para penonton untuk membuat koor massal secara spontan. Dengan dukungan tata suara, tata cahaya, tata panggung dan multimedia spektakuler hasil eksekusi Donny Haryono dari DSS Sound serta sisi kreatif yang dipandu oleh nama besar sekelas Oleg Sanchabakhtiar, event gawean promoter XI CREATIVE tersebut tersaji dengan cita rasa di atas rata-rata.

Ada yang unik dari aksi God Bless kali ini. Di hadapan penonton yang rata-rata sudah berumur dan didominasi ‘ibu-ibu’, mereka ternyata hanya menampilkan satu lagu balada. Setelah “Panggung Sandiwara”, band yang rata-rata personelnya berusia 70 tahun itu praktis menggeber nomor-nomor cadas distortif dengan kadar kompoleksitas komposisi berkelas bintang lima. Sebut saja “Musisi”, “Bla-Bla Bla”, “Menjilat Matahari”, “Cermin”, dan ditutup dengan medley “Bis Kota” dan “Kehidupan”.

Sebelum menggelontorkan “Menjilat Matahari”, Iyek – sapaan akrab Achmad Albar – tidak lupa mendedikasikan lagu tersebut kepada penulisnya yang juga mantan kibordis God Bless,  Yockie Suryo Prayogo yang tengah terbaring di rumah sakit lantaran menderita stroke. Ia juga meminta para penonton untuk mendoakan akan kesembuhan arsitek musik pop Indonesia tersebut.

“Kami akan lanjutkan dengan lagu karya Yockie Suryo Prayogo. Kami akan selalu mendoakan agar dia cepat sembuh. Dan mudah-mudahan Anda juga bisa mendoakan biar dia bisa tetap berkarya buat Indonesia,” seru Iyek.

Selepas God Bless turun panggung, giliran GIGI, Krakatau, Kahitna dan Sheila On 7 yang bergantian tampil sekaligus mengajak para penonton bernostalgia melalui deretan lagu hits mereka. Tapi tanpa disangka, di penghujung acara, God Bless kembali naik panggung membawakan dua lagu penutup; “Semut Hitam” dan “Rumah Kita”. Pada bagian reff terakhir lagu “Rumah Kita”, seluruh personel band penampil diundang naik ke panggung untuk ikut bernyanyi bersama.

“5UPERGROUP: Live in Concert”  ini sendiri merupakan konser pertama di Indonesia yang menampilkan lima band terbaik kelas supergroup yang mewakili berbagai genre utama dalam musik, seperti rock, fusion, jazz dan pop. Band-band tersebut terpilih berdasarkan rangkuman hasil jajak pendapat suara masyarakat dunia maya (netizen) yang diadakan oleh XI CREATIVE The Promotor, sebuah forum kerja sama non profit alumni SMA XI Bulungan (sekarang menjadi SMA 70) angkatan 1980, 1981 dan 1982.

Seperti halnya “LCLR Plus Concert” yang pernah mereka buat pada 2015 lalu, konser ini juga bukan sekadar sebuah acara seni melainkan ajang pengumpulan dana bagi guru-guru yang telah berjasa. Tidak heran jika acara ini didominasi oleh para penonton yang berusia di atas 30 dan 40 tahunan.

Secara garis besar, penampilan kelima supergroup di konser ini sangat memenuhi harapan penyelenggara maupun para penonton. Selain jam terbang yang sudah membentang lebih dari dua dekade dan dihuni oleh para personel yang berkelas maestro dalam bidang musik, mereka juga masih eksis, telah menghasilkan sejumlah lagu hits serta memiliki pengelolaan manajemen, fans serta media sosial yang solid. Satu hal yang disayangkan, banyaknya band yang tampil membuat jumlah lagu yang ditampilkan masing-masing band sangat sedikit. (Riki Noviana)

Kredit foto: Budi Susanto

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY