Walau telah merampungkan rangkaian tur konser “The Book Of Souls World Tour” mengarungi 39 negara yang tersebar di enam benua, raksasa heavy metal Iron Maiden rupanya tidak ingin mengakhirinya tanpa ‘kenang-kenangan’. Pada 17 November 2017 lalu, Iron Maiden bekerja sama dengan Warner Music merilis album “The Book Of Souls: Live Chapter” untuk mengabadikan momen-momen fantastis mereka di panggung sepanjang tur, yang secara total ditonton lebih dari dua juta orang tersebut.

Album yang diedarkan dalam format cakram padat (CD), piringan hitam (vinyl) serta pengunduhan digital tersebut memuat 15 trek yang mengacu pada susunan lagu dalam tur dunia tersebut. Termasuk enam lagu dari “The Book Of Souls”, album studio rilisan September 2015 lalu.

Pengolahan album ini terbilang cukup lama. Karena menurut Steve Harris, pembetot bass dan salah satu pendiri Iron Maiden, ia dan Tony Newton yang menduduki kursi produser menginginkan sebuah album live yang sebisa mungkin mendekati suasana di konser aslinya. “Ini berarti (kami) harus mendengarkan lagu-lagunya selama berjam-jam dari setiap show, untuk menyeleksi materi dan mengonstruksi sound yang konsisten di sekujur album.”

“Tur dunia ‘The Book of Souls’ sangat istimewa,” seru Rod Smallwood, manajer Iron Maiden. “Terutama buat Bruce (Dickinson, vokalis) yang baru mulai nyanyi di depan publik lagi sejak sembuh dari penyakit kanker tenggorokan. Dia juga tetap menerbangkan (pesawat) Ed Force One, mengembangkan sebuah Boeing 757 menjadi 747 sehingga bisa terbang lebih jauh dan cepat untuk mengunjungi beberapa kota fantastis serta para penggemar di segala pelosok dunia.”

Sejak dibentuk di London, Inggris pada 1975 oleh Steve Harris, sejauh ini Iron Maiden telah merilis 16 album studio dan tercatat telah terjual hingga 100 juta keping di seluruh dunia. Awal karir Iron Maiden diperkuat formasi Steve, Paul Di’Anno (vokal), Dave Murray (gitar), Dennis Stratton (gitar) dan Clive Burr (dram). Tapi setelah merilis album debut self-titled pada 1980, posisi Dennis digantikan oleh Adrian Smith. Lalu setelah perilisan album kedua, “Killers” (1982), Bruce Dickinson masuk menggeser posisi Paul Di’Anno. Formasi inilah yang merekam salah satu album masterpiece Iron Maiden, “The Number of the Beast” (1982). Tapi album tersebut menjadi kiprah terakhir Clive Burr, yang lantas digantikan oleh Nicko McBrain.

Menjelang penggarapan album “No Prayer for the Dying” (1990), Adrian Smith mendadak mengundurkan diri. Janick Gers lantas direkrut dan langsung dilibatkan di penggarapan album “Fear of the Dark” (1992). Usai tur promo album tersebut, giliran Bruce Dickinson yang hengkang dan memilih berkonsentrasi pada karir solo. Vokalis Blaze Bayley lalu masuk menduduki singgasana vokal dan sempat dilibatkan di penggarapan album “The X Factor” (1995) dan “Virtual XI” (1998). Tapi setahun kemudian, Bruce dan Adrian kembali bergabung dan menandai formasi baru Iron Maiden, dimana lini gitar diisi tiga orang, yakni Adrian, Dave Murray dan Janick Gers yang bertahan hingga sekarang. (MK03)

 

Susunan lagu di “The Book Of Souls: Live Chapter”: 1) If Eternity Should Fail (Sydney, Australia) – 2) Speed Of Light (Cape Town, Afrika Selatan) – 3) Wrathchild (Dublin, Irlandia) – 4) Children Of The Damned (Montreal, Kanada) – 5) Death Or Glory (Wroclaw, Polandia) – 6) The Red And The Black (Tokyo, Jepang) – 7) The Trooper (San Salvador, El Salvador) – 8) Powerslave (Trieste, Italia) – 9) The Great Unknown (Newcastle, Inggris) – 10) The Book Of Souls (Donington, Inggris) – 11) Fear Of The Dark (Fortaleza, Brasil) – 12) Iron Maiden (Buenos Aires, Argentina) – 13) Number Of The Beast (Wacken, Jerman) – 14. Blood Brothers (Donington, Inggris) – 15. Wasted Years (Rio de Janeiro, Brasil)

.

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY