Setelah merilis film dokumenter “Blasting Europe, Tour Documentary & Live at Wacken 2015” yang berformat DVD, unit metal senior nan berbahaya asal Ujungberung, Bandung, Burgerkill kini kembali mengambil ancang-ancang untuk menggeber karya rekaman terbarunya. Sebuah album baru yang telah dinanti-nantikan oleh para metalhead seantero jagat metal Nusantara segera dirilis pada awal Maret 2018 mendatang.

Menurut pihak band, saat ini proses rekaman album tersebut sudah rampung, tinggal menyelesaikan eksekusi penataan suara (mixing) dan pelarasan suara (mastering). Rencananya, momentum peluncuran album yang masih dirahasiakan judulnya tersebut sekaligus menjadi ajang pengukuhan Putra Pra Ramadhan (Sunrise, mantan Killing Me Inside) sebagai penggebuk dram terbaru Burgerkill.

Kepada MUSIKERAS, Ebenz – gitaris sekaligus penggerak utama Burgerkill – membeberkan bahwa bakal ada sembilan trek berbahaya di album baru tersebut. Dan kali ini, bisa dibilang Burgerkill melakukan napak tilas terhadap evolusi musikalnya. Kehadiran Putra telah memberikan suntikan baru yang lebih fresh, yang memungkinkan personel lainnya untuk berkeksplorasi lebih jauh. 

“Benang merah musik Burgerkill masih terasa, namun adanya Putra membawa unsur baru. Musiknya menjadi semacam rangkuman dari (album awal) ‘Dua Sisi’ sampai ‘Venomous’. Kami mencoba mundur lagi ke belakang, merasakan pengalaman menjadi band baru…. Itu yang coba kami gali. Pola penulisan lagu juga berubah. Biasanya gue selalu mulai dari riff, baru ke aransemen. Sekarang malah kebalik, mulai dari beat. Banyak yang menarik di album ini, segar dan solid,” urai Ebenz meyakinkan.

Usai perilisan album baru, rencananya Burgerkill juga akan berangkat ke Praha, Republik Ceko untuk merekam lagu-lagu terbaik Burgerkill yang dikolaborasikan dengan orkestra. Hasil rekaman dari proyek tersebut selanjutnya bakal dirilis ke dalam format piringan hitam (vinyl) dan dirilis setelah Lebaran 2018. Lalu, lebih jauh, hasil aransemen bersama orkestra tersebut juga akan ditransformasikan dalam bentuk live performance di panggung “Hellshow Festival 2018” di Bandung.

Sejak terbentuk pada Mei 1995 silam, Burgerkill sudah merilis empat album studio, yakni “Dua Sisi” (2000), “Berkarat” (2003), “Beyond Coma and Despair” (2006) dan “Venomous” (2011). Sebelum meluncurkan “Blasting Europe, Tour Documentary & Live at Wacken 2015”, Burgerkill juga telah merilis DVD “We Will Bleed” (2013) dan sebuah buku dokumentasi plus DVD bertajuk “Burgerkill: Spit The Venom Photo Documentary Book & DVD” (2013).

Lebih jauh tentang Burgerkill serta kisah seru di balik proses pembuatan film dokumenter “Blasting Europe, Tour Documentary & Live at Wacken 2015”, jangan lewatkan ulasannya di majalah digital MUSIKERAS #13, yang bisa diunduh secara gratis di www.musikeras.com pada 20 Desember 2017 mendatang. (Mdy)

.

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY