Bereksplorasi bukan berarti harus menanggalkan identitas yang telah lama melekat. Itu yang dilakukan Forgotten, unit death metal asal Ujungberung, Bandung yang telah berkibar sejak 1994 lewat album terbarunya, “Kaliyuga”. Sumber inspirasi musikal masih berkisar pada keriuhan distorsi death metal di Amerika Serikat pada era ‘90an, namun kini diberi suntikan string section yang justru membuat aransemen komposisinya terdengar semakin megah dan memperkuat atmosfir kehancuran massal yang memang ingin ditampilkan dalam album tersebut.

Ide mengaplikasikan penggunaan string section sendiri – menurut penuturan pihak band kepada MUSIKERAS – muncul setelah proses rekaman vokal selesai. “Dengan harapan terjadi semacam harmonisasi antara gemuruh distorsi dengan alunan string yang lembut,” cetus Addy Gembel, vokalis Forgotten.

Tentunya, kali ini memang ada beberapa perubahan dalam penggarapan komposisi lagu-lagunya. Sangat berbeda dibanding album Forgotten sebelumnya. Ada pemilihan nada dan perpindahan bar yang progresif dengan teknik ketukan drum yang agresif. Menurut Addy lagi, adanya eksplorasi tersebut tak lepas dari kekuatan baru yang ada di formasi Forgotten saat ini, khususnya dengan bergabungnya Zalu, dramer baru.

“Sebetulnya karena kami punya dramer baru, masih muda. Jadi kami eksplor aja sekalian. Makanya milih komposisi yang progresif, ya karena pengen ‘ngerjain’ dramer baru itu. Karena kami yakin dia punya potensi dan layak utk ‘disiksa’,” seru Addy beralasan.

Tapi di sisi lain, Forgotten yang juga dihuni gitaris Toteng dan Gan Gan serta bassis Dikky tentunya tak ingin terlalu jauh bergeser dari ‘zona nyamannya’. Makanya, agar tidak kehilangan jejak dengar para pemujanya, Forgotten memutuskan merekam ulang dua buah lagu dari album “Obsesi Mati”, yakni “Obsesi Mati” dan “Terlaknat”.

“Lagu tersebut semacam reminder, karena secara komposisi album Forgotten sekarang beda dibanding album-album sebelumya. Biar tidak kehilangan jejak karakter musiknya, makanya kedua lagu tadi disertakan di album baru. Tentu saja ada perubahan dari segi aransemen, ditambahkan string untuk menambahkan nuansa.”

“Kaliyuga” merupakan album studio keenam Forgotten yang telah dirilis via label Sulung Extreme Musick pada 10 November 2017 lalu. Penggarapan desain sampulnya dieksekusi oleh seniman gambar Morrg dari band Rajasinga, yang memang secara individu memahami betul musik dan karakter Forgotten. Tema liriknya sendiri masih mengikuti formula album-album sebelumnya, dimana mereka berkutat pada persoalan runtuhnya tatanan sosial yang diakibatkan oleh perilaku manusia. Tetap sarat kritik, dengan pemilihan diksi yang kasar dan vulgar tanpa kompromi. Seolah menjadi siraman bensin dan menjadi kesatuan utuh bagi mesin musik death metal yang mengandalkan kekuatan dan kecepatan.

Sejak terbentuk, dimana Forgotten menjadi bagian yang tak lepas dari sejarah komunitas musik ‘bawah tanah’ Homeless Crew di kawasan Ujungberung, sudah lima album studio yang mereka muntahkan. Yang pertama diluncurkan tiga tahun setelah terbentuk, berjudul “Future Syndrome”. Album yang beramunisikan enam buah lagu berlirik Inggris ini dirilis via Palapa Record. Namun peredarannya tak sebatas wilayah Indonesia saja, karena juga tersiar hingga ke wilayah Asia dan Eropa (dirilis via perusahaan indie asal Jerman,  Morbid Records).

Album kedua bertajuk “Obsesi Mati” (2000) diluncurkan via label indie lokal Extreme Soul Production. Kali ini, Forgotten berhasil menemukan karakter musik death metal yang bersumber dari realitas personal di album ini. Lirik yang gelap, depresif serta penerapan teknik vokal yang sangat emosional. Usai melahirkan “Tuhan Telah Mati” (2001), sebuah album mini (EP) yang kontroversial, Forgotten kembali melahirkan album penuh berjudul “Tiga Angka Enam” (Rottrevore Records, 2003), yang disebut-sebut sebagai salah satu koleksi album death metal paling inspiratif di Indonesia. Album selanjutnya adalah “Laras Perlaya” (2011) yang dikemas satu paket dengan buku novel yang isinya bercerita tentang makna lirik yang terdapat dalam album tersebut.

Sepanjang perjalanan karirnya, formasi Forgotten kerap mengalami perubahan. Dimulai dengan armada Addy Gembel, Toteng, Ferly (gitar), Kardun (bass) dan Kudung (dram). Lalu sempat pula dihuni sementara oleh dramer Andris (Disinfected, Burgerkill) dan Rifki serta bassis Dicky (Postmortem), sebelum menjadi solid dengan formasi album “Kaliyuga”.

Susunan lagu “Kaliyuga”: 1) Mentalitas Fasis – 2) Insureksi Teologi – 3) Manufaktur Terror – 4) Terlaknat – 5) Berhala Kelas Kuasa – 6) Satu Darah Dendam – 7) Tumbal Post Kolonial – 8) Corporate Oligarchy – 9) Seiman dalam Kelam – 10) Obsesi Mati – 11) Tarekat Molotov (Mudya)

.

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY