Untuk kedua kalinya, Cradle Of Filth direncanakan bakal menggelar konsernya di Jakarta, Indonesia. Menurut jadwal tur dunia yang tertera di situs, laman Facebook serta akun Instagram resmi unit metal ekstrim asal Inggris tersebut, konser bertajuk “Cryptoriana World Tour 2018” itu bakal dihelat di MS Hall pada 28 April 2018 mendatang. Empat tahun lalu, tapi di tanggal dan bulan yang sama, Cradle Of Filth tampil menggetarkan panggung Hammersonic Festival.

Kedatangan formasi Dani Filth (vokal), Martin ‘Marthus’ Škaroupa (dram/kibord/orkestrasi), Daniel Firth (bass), Lindsay Schoolcraft (kibord/vokal), Richard Shaw (gitar) dan Marek ‘Ashok’ Šmerda (gitar) kali ini merupakan bagian dari tur dunia untuk promosi album terbaru, “Cryptoriana – The Seductiveness Of Decay” yang dirilis pada 22 September 2017 lalu via label Nuclear Blast Records. Namun sejauh ini, belum ada info lebih detail mengenai rencana konser yang digelar oleh promoter MXP tersebut.

Setelah hampir setahun sejak merilis album “Hammer of the Witches”, Cradle Of Filth lantas menggarap rekaman album “Cryptoriana” di Grindstone Studios yang berlokasi di kampung kelahiran mereka, Suffolk, Inggris. “Cryptoriana” sendiri merupakan album kedua yang dirilis di bawah naungan Nuclear Blast, salah satu label metal legendaris yang mulai menaungi Cradle Of Filth sejak 11 November 2014 silam.

Tentang “Cryptoriana” sendiri, Dani Filth menyebutnya sebagai karya rekaman yang merepresentasikan masa depan Cradle Of Filth. “Semangat yang sudah dibangun dari kesuksesan (album) ‘Hammer Of The Witches’, yang telah mendorong kami lebih total dari segi musikal untuk menciptakan karya yang unik sekaligus tetap loyal pada inkarnasi sebelumnya.”

Sejak terbentuk pada 1991, Cradle of Filth menyebut band-band yang menjadi bagian dari gelombang pertama mewabahnya paham black metal seperti Bathory, Celtic Frost dan Mercyful Fate sebagai sumber inspirasi musikal mereka. Lalu, musik mereka mulai berevolusi dengan imbuhan elemen symphonic black metal, gothic metal, gothic black metal dan dark metal. Tapi kepada para media, Paul Allender (gitaris Cradle of Filth yang telah mengundurkan diri pada 2014 lalu) lebih senang menyebut musik Cradle Of Filth sebagai extreme metal.

Kredit foto: Artūrs Bērziņš

.

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY