Tahun depan, perhelatan ajang pemberian penghargaan musik bergengsi dunia, Grammy Awards yang sudah memasuki tahun ke-60 bakal digelar lagi. Rencananya akan berlangsung di Madison Square Garden, New York AS pada 28 Januari 2018 mendatang. Nah, dari ranah musik-musik keras siapa saja yang bakal bertarung?

Melihat deretan nama yang masuk nominasi di empat kategori, yakni “Best Rock Performance”, “Best Metal Performance”, “Best Rock Song” serta “Best Rock Album”, terlihat beberapa nama fresh. Terutama di kategori “Best Metal Performance” yang tak lagi didominasi band-band senior. Dua nama potensial yang paling menarik untuk terus diikuti sepak terjangnya adalah August Burns Red dan Code Orange.

Pelan tapi pasti, tanjakan karir August Burns Red memang semakin mencengangkan. Ini bukan nominasi Grammy pertama mereka, yang didapat dari “Invisible Enemy”, single dari album rilisan Oktober 2017, “Phantom Anthem” (Fearless Records). Karena pada penyelenggaraan Grammy 2016 lalu, unit metalcore yang dihuni formasi Jake Luhrs (vokal), Brent Rambler (gitar), John Benjamin “JB” Brubaker (gitar), Dustin Davidson (bass) dan Matt Greiner (dram) ini juga dinominasikan di kategori yang sama lewat single “Identity” dari album “Found in Far Away Places” (2015).

Code Orange disebut-sebut sebagai salah satu band hardcore/metalcore paling heavy saat ini. Nominasi Grammy pertama yang mereka dapatkan itu merupakan hasil dari karya gemilang mereka di “Forever”, sebuah album studio ketiga yang dirilis via Roadrunner Records, rilisan Januari 2017. Ketika daftar nominasi Grammy resmi diumumkan beberapa waktu lalu, pihak Roadrunner langsung memajang papan iklan (billboard) di beberapa jalan raya New York, AS. Seperti yang disebarkan Code Orange via akun Twitter resminya, di papan reklame tersebut tertulis “For your Grammy Consideration. Code Orange. Best Metal Performance. Forever.”

Di kategori “Best Metal Performance”, Code Orange dan August Burns Red akan bersaing dengan unit rap metal Body Count serta dua raksasa progressive metal, yakni Mastodon dan Meshuggah.

Di kategori rock lainnya, ada Nothing More, unit rock asal Texas yang keberadaannya cukup mengancam para seniornya. Bayangkan, tidak tanggung-tanggung, berkat album studio kelimanya yang bertajuk “The Stories We Tell Ourselves”, nama Nothing More ada di daftar nominasi tiga kategori sekaligus, yakni “Best Rock Song” dan “Best Rock Performance” untuk lagu “Go to War” serta “Best Rock Album” untuk album “The Stories We Tell Ourselves”.

“Best Rock Performance”, daftar nominasinya dihuni oleh Leonard Cohen, Chris Cornell, Foo Fighters, Kaleo dan Nothing More. Sementara untuk “Best Rock Song” menghadirkan persaingan antara Metallica, K.Flay, Nothing More, Foo Fighters dan Avenged Sevenfold. Di kategori “Best Rock Album”, Metallica kembali bertemu dengan Nothing More, plus Mastodon, Queens Of The Stone Age serta The War On Drugs.

Ya, sepertinya bakal seru. Kita tunggu hasil pemenangnya!

Kredit foto: Jimmy Fontaine (Code Orange)

.

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY