Lewat sebuah album panjang pertama bertajuk “Integrate Of Mind” yang akan dirilis tahun depan, trio melodic punk asal Kediri, Jawa Timur bernama Reyplaced menegaskan pesan pentingnya sebuah pertemanan, yang menjadi kunci bagi segalanya.

“Kami ingin mengajak orang yang mendengarkan musik kami untuk tetap berjuang tanpa mengenal kata menyerah. Pertemanan adalah kunci untuk segalanya, memberi motivasi untuk terus menjadi yang lebih baik, dan menyadarkan para pendengar tentang keadaan di sekitar kita yang sedang tidak baik-baik saja,” urai pihak band kepada MUSIKERAS.

Lebih spesifik, Reyplaced yang dimotori Bayu (bass/vokal), Dicky (gitar/vokal) dan Danang (dram/vokal) memberi contoh bahwa ‘keadaan yang sedang tidak baik-baik’ itu misalnya tentang sejarah kelam dimana orang-orang benar dihilangkan, atau seperti segerombol orang berpakaian putih yang mengeksploitasi keyakinan orang lain, merusak ideologi bangsa, merasa dirinya paling suci dan mengganggu kenyamanan orang lain.

Dari album “Integrate Of Mind”, Reyplaced telah meluncurkan tiga single pembuka, yakni “Cahaya”, “Tragedi” dan “Melangkah untuk Hari Esok”. Kenapa harus tiga single? Reyplaced punya alasan tersendiri. “Karena mengintegrasikan pikiran dan konsep setiap personel Reyplaced. Jadi setiap single tersebut adalah mewakili konsep pikiran dari setiap diri personel Reyplaced.”

Proses penggarapan rekaman “Integrate Of Mind” sendiri terbilang cepat. Hanya dalam empat hari, Reyplaced berhasil merampungkan 11 lagu. Dalam dua hari pertama, siang sampai subuh, Bayu, Dicky dan Danang ‘menghajar’ perekaman guide untuk gitar, dram dan bass di Madfuka Studio, sebuah studio rekaman milik teman mereka sendiri. Lalu untuk vokal yang sempat terkendala studio untuk rekaman, akhirnya berhasil dirampungkan dalam dua hari di rumah Dicky. Reyplaced memberi bocoran bahwa di album “Integrate Of Mind”, ada dua vokalis tamu dari kota Kediri dan Malang yang mengisi di salah satu lagu.

Jumlah personel yang hanya bertiga menjadi tantangan tersendiri bagi Reyplaced saat rekaman. Sebelas lagu yang mereka hasilkan lumayan menguras kemampuan mereka. “Sebanyak 11 lagu dan cuma bertiga pasti menjadi tantangan terbesar. Untungnya selama hampir empat tahun sejak terbentuk, kami bersyukur tidak pernah ada masalah atau bertengkar sedikit pun antar personel.”

Walau berlabel melodic punk, namun Reyplaced tetap berusaha eksploratif dalam meramu komposisi lagu-lagunya. Latar belakang tiap personel yang aktif di komunitas underground seperti komunitas hardcore punk, grindcore, d-beat dan sejenisnya, sedikit banyak memberi pengaruh. Apalagi, Dicky mempunyai band grindcore yang baru saja menyelesaikan tur promo album di Jawa dan Bali. Lalu Bayu dan Danang juga mempunyai proyek band yang mengusung aliran Crossover/Thrashmetal. Ditambah lagi, koleksi musik mereka bertiga lebih banyak berkisar pada band-band Hardcore Punk, Grindcore, Crossover/Thrashmetal, D-beat hingga Hardcore Blackened. “Itulah yang tanpa sengaja membuat kami memasukkan musik melodic dengan sentuhan hardcore dan crossover/thrasmetal (di album pertama kami).”

Sebelum album “Integrate Of Mind”, Reyplaced yang terbentuk sejak 20 Januari 2014 silam ini telah menghasilkan single “Sambut Masa Depan” dan “Kita dan Cerita”, lalu sebuah album mini berjudul “Welcome To My Show” (2015) serta sebuah album split bertajuk “Crazy Brain New Day” dimana Reyplaced berbagi porsi dengan unit Punk Rock bernama Out Of Order asal Cianjur, Jawa Barat. Beberapa band dunia yang merasuki inspirasi musikal para personel Reyplaced di antaranya datang dari NOFX, Municipal Waste, HAVOC, Toxic Holocaust, Not On Tour, Comeback Kid, Code Orange, Four Year Strong, Dustbox, Hi-Standard, Antimaster, Totalfat dan Dustbox. (Mdy)

.

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY