“Ghede Chokra’s”, satu-satunya album milik pionir rock progresif Indonesia, Shark Move, kembali dirilis ulang. Kali ini oleh Rockpod Records – label rekaman Indonesia yang memiliki beberapa cabang di luar negeri – bekerja sama dengan label rekaman Amerika Serikat, Outer Battery Records. Album ini dirilis ulang dalam format piringan hitam (vinyl) pada 8 Desember 2017 lalu dan juga akan tersedia dalam format kaset dalam beberapa waktu mendatang.

“Perilisan ulang album ‘Ghede Chokra’s’ ini untuk memenuhi permintan di wilayah Amerika dan Eropa sejak 2014. Album ini juga akan rilis dalam versi kaset, dan ini merupakan rilisan kaset versi terbaru yang keempat kalinya sejak tahun 2014,” ungkap Rhama Nalendra kepada MUSIKERAS. Rhama adalah pemilik Rockpod Records yang juga putera dari pentolan Shark Move, Benny Soebardja.

Kualitas tata suara “Ghede Chokra’s” dipastikan kembali mengalami perombakan lantaran telah melalui tahap penataan suara (mixing) ulang oleh pihak Rockprod dan Outer Battery. Dan yang paling menarik, kemasan sampul album ini juga dibuat berbeda dibandingkan dengan rilisan 2014. Jika saat itu dilengkapi dengan lukisan yang menggambarkan makna dari lirik-lirik lagunya, kali ini memuat foto-foto langka dari Shark Move yang sebelumnya belum pernah atau jarang dipublikasikan.

Pada 2007 silam, “Ghede Chokra’s” sebenarnya juga pernah dirilis ulang untuk pertama kalinya oleh label rekaman berbasis Jerman, Shadocks Records. Namun Benny Soebardja merasa kurang puas dengan hasil mixing serta pelarasan suara (mastering) ulang album tersebut sehingga akhirnya Rockpod Records memutuskan untuk merilisnya kembali pada April 2014. Saat itu, Benny Soebardja mengungkapkan kebanggaannya kepada Rockpod yang memiliki rasa peduli untuk menghidupkan kembali album itu. 

“Saya sangat bangga, Rockpod itu kan di dalamnya anak-anak muda semua. Tapi mereka justru peduli dan me-reissue album ini. Mereka me-mixing ulang album ini di London, sementara placing-nya di Amerika… dan hasilnya jauh lebih bagus. Saya puas,” ujar Benny, kala itu.

Saat versi originalnya dirilis 47 tahun silam, “Ghede Chokra’s” merupakan album indie pertama di Indonesia yang seluruh proses produksi, biaya serta pendistribusiannya dilakukan sendiri oleh para personel Shark Move. Shark Move sendiri bahkan dianggap sebagai pionir band rock Indonesia yang berani mengombinasikan musik rock dengan harmonisasi tradisional dan sound-sound progresif. Ya, di saat band-band lain pada masa itu masih memainkan musik yang manis, “Ghede Chokra’s” muncul sebagai sebuah karya rekam eksperimental! 

Sayang, di akhir 1970, kibordis Soman Loebis wafat akibat mengalami kecelakaan lalu lintas, sehingga Benny – yang saat itu tidak kunjung menemukan kibordis yang pantas untuk menggantikan sosok Soman –  memutuskan untuk tidak melanjutkan langkah Shark Move. Ia lantas membentuk band baru, Giant Step dengan formasi awal diperkuat Jockie Suryoprayogo (kibord), Deddy Stanzah (bass) dan Sammy Zakaria (dram). Hingga akhir denyut nadinya, Shark Move hanya menghasilkan satu album yang hingga saat ini disebut-sebut sebagai salah satu album rock progresif terbaik yang pernah lahir di tanah Indonesia. (Riki Noviana)

Foto: Dok. Shark Move

.

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY