Tahun 2017 benar-benar menjadi masa-masa panen dan kebangkitan reputasi Guns N’ Roses. Menurut catatan Billboard, unit rock legendaris yang kembali diperkuat tiga pentolan utamanya, yakni Axl Rose (vokal), Slash (gitar) dan Duff McKagan (bass) tersebut telah meraup penghasilan sebesar USD 475 juta dari rangkaian konser reuninya, sejak pertama kali dibesut pada April 2016 hingga 29 November 2017 lalu.

Konser reuni bertajuk “Not In This Lifetime” – yang mempertemukan Axl, Slash dan Duff kembali setelah 20 tahun berpisah – kini berada di peringkat keempat sepanjang masa, versi Billboard Boxscore. Rekor penghasilan Guns N’ Roses tersebut berhasil melampaui tur konser Roger Waters yang bertajuk “The Wall Live” yang berlangsung sepanjang 2010 hingga 2013 (USD 459 juta).

Penghasilan konser terbesar untuk rock saat ini masih dipegang oleh band U2 yang mencatat penghasilan sebesar USD 736 juta saat menggelar tur konser “360°” pada periode 2009 – 2011. Di peringkat kedua dihuni The Rolling Stones dari tur konser “A Bigger Bang” yang mampu mengumpulkan keuntungan sebesar USD 558 juta sepanjang periode 2005-2007. Band rock ‘jaman now’, Coldplay menempati posisi ketiga dengan penghasilan sebesar USD 523 juta dari rangkaian konser “A Head Full Of Dreams” yang berlangsung selama setahun, yakni periode 2016 – 2017.

Di rangkaian konser “Not In This Lifetime”, Axl, Slash dan Duff didukung formasi gitaris Richard Fortus, dramer Fank Ferrer serta dua kibordis, yakni Dizzy Reed dan Melissa Reese. April 2016 lalu, Guns N’ Roses memulai tur reuninya yang sudah sangat ditunggu oleh para penggemarnya di seluruh dunia lewat beberapa show di Hollywood dan Las Vegas, serta di Coachella Festival, California.

Masih berhubungan dengan pundi-pundi finansial, kesuksesan tur “Not In This Lifetime” rupanya juga berdampak besar terhadap penjualan album kompilasi “Greatest Hits” yang memuat kumpulan lagu terbaik Guns N’ Roses. Penjualan album yang dirilis pertama kali pada Maret 2004 silam via geffen Records tersebut kini terkerek hingga ke angka 6 juta keping di Amerika Serikat.

Perilisan “Greatest Hits” sendiri sempat diperkarakan oleh Axl, Slash dan Duff lewat jalur hukum karena dirilis tanpa melibatkan mereka. Namun saat itu, pihak label berdalih bahwa perilisannya merupakan semacam proyek ganti rugi karena Axl tidak mampu memenuhi target untuk merilis album “Chinese Democracy” sesuai target. Saat dirilis, “Greatest Hits” berhasil menempati posisi ketiga terlaris di Amerika Serikat versi Billboard 200 pada 10 April 2004, dan bertahan di chart tersebut selama 425 minggu.

Guns N’ Roses terbentuk di Los Angeles, AS pada 1985. Saat merilis salah satu albumnya yang tersukses, “Appetite for Destruction” (1987), formasinya diperkuat oleh Axl Rose, Slash, Duff, gitaris Izzy Stradlin dan dramer Steven Adler. Di album berikutnya, “Use Your Illusion I” dan “Use Your Illusion II” (1991), terjadi perubahan formasi, dimana posisi Izzy digantikan oleh Gilby Clarke, Steven digantikan Matt Sorum dan ada penambahan kibordis Dizzy Reed. Akumulasi penjualan dari enam album studio Guns N’ Roses mencapai angka lebih dari 100 juta keping di seluruh dunia.

Saat mempromosikan album “Chinese Democracy”, Guns N’ Roses pernah menggelar konser di Jakarta, tepatnya di Mata Elang International Stadium, Ancol pada 16 Desember 2012 silam dengan formasi Axl Rose, Ron “Bumblefoot” Thal (gitar), DJ Ashba (gitar), Richard Fortus (gitar), Dizzy Reed (kibord), Chris Pitman (kibord), Tommy Stinson (bass) dan Frank Ferrer (dram). (MK01)

.

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY