Dipengaruhi kuat oleh band stoner rock seperti Kyuss, Nebula, Fu Manchu, Down hingga Alice In Chains, lahirlah Berbisa, sebuah unit rock purba asal kota kecil di Jawa Timur, Purwosari. Band yang dihuni formasi Muhammad Rizky Pradana (vokal/gitar), Ginanjar Ilham Sutrisno (gitar), Ahmad Faisal Abid (bass) dan Gabriel Doelano Nahara (dram) ini baru saja merilis album debut mini (EP) bertajuk “Berbisa” via Tarung Records, label independen asal Malang yang sudah menggeliat sejak 2009 silam.

Ada empat lagu yang termuat di album tersebut, masing-masing bertajuk “Asap”, “Preman”, “Nyanyian Purba” serta sebuah lagu cover milik Alice in Chains, “Man In The Box”. Layaknya ular berbisa, band yang terbentuk sejak 2013 lalu tersebut mengamati hiruk pikuk kehidupan sosial yang mulai carut marut dan tidak tertata lewat ketiga lagunya tadi.

“Asap” yang menghadirkan kolaborasi dengan Anandito Aprio, vokalis Gagak Rimang Stoned, menyuarakan carut marutnya jalanan dengan kendaraan yang semakin melimpah memproduksi polusi. Lalu ada penggambaran kerasnya kehidupan jalanan dengan sisi kelam yang selalu hadir di sudut kota dengan sosok menyeramkan dituangkan dalam lagu “Preman”. Berbisa juga lantas menyoroti modernitas yang mulai merongrong kehidupan suku pedalaman pada lagu “Nyanyian Purba”. Di lagu ini, dituturkan modernitas peradaban yang mulai merambah daerah asal mereka bahkan sampai pedalaman sekalipun. Satu sisi dapat menikmati kemudahan akses, namun di sisi lain terdapat semacam eksploitasi dengan dalih pembuatan tempat wisata, industri pabrik, pembangunan jalan tol yang dampaknya ternyata merusak eklogi, kultur, maupun situs bersejarah. Kultur yang seharusnya dipertahankan dan menjadi ciri khas dari sebuah bangsa kian terampas alih-alih atas nama peradaban.

Berbisa mulai menggarap EP debut mereka ini sejak 2014 silam, berlangsung selama sekitar tiga tahun. Ya, butuh waktu selama itu karena terkendala kesibukan personelnya yang sedang menuntut ilmu dan bekerja. “Akhirnya (materi album) dicicil pelan-pelan tapi pasti, demi sebuah karya,” ungkap pihak band kepada MUSIKERAS.

Pada tahun 2014, Berbisa merekam lagu perdana, “Preman” di Aryo Studio,  Landungsari, Malang. Selang beberapa minggu, dramer Arif Tato mengundurkan diri karena kesibukannya dan diisi oleh Gabriel atau biasa dipanggil Ebing. Pada 2015, secara bertahap, Berbisa lantas merekam dua lagu lagi, yakni “Asap” dan “Nyanyian Purba” di Rama Studio, Malang. Lalu, tahun berikutnya, mereka merekam lagu “Man in the Box” di Virtouso Studio, Malang.

Di mata para personel Berbisa, mereka memutuskan mendaur ulang lagu “Man in the Box” karena memang sangat menginspirasi mereka sebagai band. Apalagi dari segi musikalitas, aransemennya sangat memadukan heavy metal dan grunge. Sesuai dengan ‘agama’ para personel Berbisa yang berkarakter heavy dan stoner. “Dari segi musikal kami inginnya bermusik bertempo lambat ke sedang (down-tuned) dan riff-riff tebal seperti rock gurun. Mungkin daerah tempat tinggal juga mempengaruhi bermusik kami, bertempat di daerah perbatasan Malang yang pernah mengorbitkan (band rock legendaris) Elpamas.”

Dan masih tentang “Man in the Box”, ungkapan liriknya sangat jalanan. “Versi kami mungkin sangat kasar, tidak seperti Alice In Chains yang memakai efek Talk Box pada gitar dan vokal (Wayne) Layne yang melodius.”

Sementara ini, EP “Berbisa” dipasarkan dalam bentuk kaset, namun tidak hanya beredar di Indonesia, melainkan juga didistribusikan oleh pihak Tarung Records hingga ke negeri tetangga seperti Malaysia dan Singapura.

Sejak awal berdiri, Berbisa langsung ditempa dengan berbagai gigs yang digelar di luar kota. Mental mereka telah teruji tak hanya pada panggung berskala kecil, namun juga panggung besar seperti Kickfest dan stage lainnya dengan penampilan yang menjanjikan. Satu hal yang patut disimak pada penampilan Berbisa adalah keunikan gitaris Ginanjar yang selalu tampil dengan style 70-an memakai Dashiki serta tanpa alas kaki yang terus menari sepanjang lagu sambil menyiksa gitarnya dan tetap memberikan lick tanpa ampun. Sebuah permulaan dari sebuah band ‘berbisa’ yang patut disimak dan diwaspadai! (Mdy/MK01)

.

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY