Akhirnya, setelah mengawali karir dengan merilis demo berisi empat lagu pada awal 2012 silam, unit garage rock asal Tangerang Selatan, Jonkoppings akhirnya menggeliat lagi. Kali ini lewat single terbaru bertajuk “Enigmatic Girl” yang bisa didengarkan dalam format digital di laman Soundcloud mereka. Lagu tersebut sekaligus sebagai penanda ancang-ancang perilisan album debut yang direncanakan bisa dirampungkan tahun ini, atau tahun depan.

Proses kreatif penggarapan “Enigmatic Girl” dilakukan formasi Aldian Dimas Faturrahman (bass), Emir Oktarianto (gitar), Fajar Darmasto (vokal), Fachri Arjuna (dram) dan Ulama Andika (gitar) lewat sebuah proses workshop serta jamming di studio. Namun di beberapa stok lagu lainnya yang sudah ada, di antaranya digodok dari hasil cetusan ide spontan saat rekaman. Dan semuanya dilakukan secara DIY (do it yourself), tanpa menyewa studio khusus atau pun sound engineer.

“Kami tidak menutup kemungkinan terhadap ide-ide yang datang secara spontan. Bagi kami, suatu lagu dapat terjadi tanpa adanya suatu proses yang spesifik, tidak ada keharusan atau kemutlakan prosedur dalam proses pembuatan lagu,” cetus pihak band kepada MUSIKERAS, meyakinkan.

Di lagu “Enigmatic Girl”, para personel Jonkoppings merangkai liriknya dengan menggunakan kosakata dan kalimat yang klise. “Intinya kami menceritakan tentang suatu keadaan yang membingungkan dan tidak menentu yang dialami oleh seseorang yang disebabkan oleh suatu hal, keadaan, obyek ataupun subyek.”

Sementara untuk olahan musiknya, Jonkoppings yang banyak menyerap pengaruh musikal dari band-band dunia seperti The Hives, The Vines, The Datsuns, AC/DC hingga band lokal The SIGIT memaksimalkan bahasa musikal yang mereka pahami, dari dunia garage rock.

“Kami mendefinisikan garage rock sebagai musik garasi yaitu musik yang dimainkan dengan perangkat seadanya di garasi rumah. Bagi kami garage rock memiliki keunikan sound dan karakteristik tersendiri yang timbul dari keterbatasan dan kecacatan akibat perangkat dan alat yang terbatas. Musiknya kami rasa sangat natural dan tidak dibuat-buat. Sound-nya dimulai dengan karakter yang simpel, tidak dimulai dengan suara-suara artifisial yang berasal dari pedal-pedal atau pun efek-efek lainnya.”

Jonkopping yang terbentuk pada 2011 silam diawali dari pertemanan Emir, Aldian, Fajar, Ulama serta dramer pertama mereka, Rommy Bayu Tirta di sebuah sekolah menengah pertama. Tak lama, mereka langsung mendapat kesempatan tampil di sebuah pentas seni sekolah mereka, yang lantas berlanjut ke acara-acara musik di sekolah lain hingga ke acara-acara musik lokal lainnya di seputaran Tangerang Selatan dan Jakarta Selatan pada saat mereka SMA.

Sejauh ini, Jonkoppings sudah mengeluarkan sebuah demo yang memuat lagu “Cigarette”, “Jalan Raya”, “Red Roses” dan “CB Baru”. Jonkoppings sendiri tercatat pernah masuk nominasi Favorite New Comer 2012 di halaman situs ICEMA (Indonesia Cutting Edge Music Awards). Pada awal Jonkoppings terbentuk, banyak inspirasi yang didapatkan saat merokok diam-diam di kamar mandi sekolah. Itulah salah satu alasan menggunakan ‘jonkoppings’ – sebuah nama merek korek api kayu asal Swedia – sebagai nama band. (Mudya)

.

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY