Sejak merilis album mini (EP) “The Lies of Time” pada 13 Desember 2016 lalu, sepak terjang Today Alive seolah tak berhenti sedikit pun. Untuk mempromosikan albumnya tersebut, unit melodic punk asal Malang ini telah menggelar “Undisputed Tour 2017” dengan mengunjungi Malang, Salatiga, Lumajang, Kediri, Pasuruan, Blitar, Surabaya, Nganjuk, Jember, Serang, Bandung, Tangerang dan Jakarta. Lalu sepulang tur, Today Alive langsung merilis “The Lies of Time” versi akustik dengan tujuan agar pendengarnya lebih mendalami dan memahami lirik dari album tersebut. Dan pada 14 Oktober 2017 – bertepatan dengan perayaan Cassette Record Day – mereka kembali merilis “The Lies of Time” dalam format kaset.

Sampai di sini, Today Alive belum juga memperlihatkan tanda-tanda berisitirahat. Karena pada Desember 2017 lalu, band yang dihuni formasi Fandi Akhmad(vokal/bass), Romy Fatchurrozy (dram), Rian Dwi Yulianto (gitar) dan Rizal Nandha (gitar) kembali meluncurkan produk baru berupa video klip dari lagu “When I Hope”, salah satu komposisi karya mereka yang termuat di album “The Lies of Time”.

“When I Hope” sendiri dipilih karena dari sudut pandang musikal, Today Alive merasa lagu tersebut dapat dinikmati oleh semua kalangan. “Ketukan temponya tidak terlalu cepat dibandingkan dengan lagu lainnya. (Lagu ini) mengungkapkan pemikiran yang realistis, menjadikannya sebagai luapan emosi,” ungkap pihak band kepada MUSIKERAS.

Adalah dua musisi, yakni Fandi Akhmad dan Romy Fatchurrozy yang kebetulan memiliki visi dan misi yang sama dalam bermusik, yang menggagas terbentuknya Today Alive pada pertengahan 2014. Keduanya mengawalinya di sebuah tempat garasi di tengah Kota Malang. Lantas beramunisikan lirik yang jujur apa adanya, serta berbagai referensi musik dari bang-band pujaan mereka – Blink 182, New Found Glory, The Story So Far, Neckdeep, State Champ, Knuckle Puck hingga Descendents – Fandi, Romy serta bantuan Galuh Chandra (gitar) pun mendirikan Today Alive.

Tapi Galuh tidak bertahan lama. Pada pertengahan 2015, Rian Dwi Yulianto bergabung menggantikan Galuh, plus dukungan Sofian (gitar). Bersamaan dengan perilisan album fisik pertamanya, “Demo 2015” yang memuat dua lagu berjudul “Tentukan Arah” dan “When I Hope”, Sofian mengundurkan diri. Setelah sempat berjalan dengan formasi trio, tambahan satu personel bernama Rizal Nandha dilibatkan, yang langsung disusul dengan peluncuran album “The Lies of Time”.

Namun bagi para personel Today Alive, album “The Lies of Time” sebuah batu loncatan bagi mereka menuju kualitas yang lebih baik. “Tidak ada yang harus dilebih-lebihkan,” ujar Fandi menegaskan. “Kami sadar ini hanya awal yang beruntung, dan perjalanan kami masih panjang sebagai band yang harus terus berkembang menjadi lebih baik!” (Mdy/MK02)

.

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY