Berawal dari ‘obrolan dadakan’ di pertengahan 2016, sebuah unit modern rock asal Jakarta bernama Maeva pun lahir ke skena musik independen. Belum lama ini, band yang dihuni formasi Vano (vokal), Abie (dram), Nory Junov (gitar) dan Redy (bass) tersebut telah meluncurkan peluru pertamanya, berupa single fresh bertajuk “Ironi” yang kini telah tersedia di berbagai gerai digital seperti iTunes, Spotify, Deezer dan Joox.

Sebagai karya rekaman pembuka, awalnya tidak mudah bagi para personel Maeva untuk langsung menemukan bentuk komposisi idealnya. Perbedaan latar belakang dan selera musik dari masing-masing sempat membuat “Ironi” mengalami beberapa kali perubahan aransemen, saat melakukan workshop di salah satu studio di bilangan Tebet, Jakarta Selatan. Selain itu, proses produksi rekaman yang dilakukan di dua tempat berbeda, plus penyesuaian waktu luang dari para personel lumayan memelarkan durasi produksi hingga sebulan.

“Proses rekaman awal Maeva diawali dengan rekaman gitar dan bass yang dilakukan secara terpisah, namun dilakukan di satu tempat, yaitu di rumah Nory Junov,” urai pihak band kepada MUSIKERAS. “Proses rekaman gitar dan bass memakan waktu beberapa hari, karena adanya beberapa kali perubahan arransemen yang muncul ketika produksi. Setelah itu proses produksi berlanjut ke proses rekaman dram dan vokal di tempat terpisah, yakni di Quadosh Studio milik Ben Atta dari Novakanemusic. Termasuk untuk eksekusi penataan (mixing) serta pelarasan suara (mastering).”

Lirik yang dituturkan Maeva di “Ironi” sendiri terfokus pada penyesalan seseorang yang berujung ironis dikarenakan mempercayakan pilihan hidupnya kepada orang lain, baik pilihan mengenai cinta, pertemanan, pekerjaan, maupun dalam menentukan alur kehidupan. Orang tersebut terjebak dan harus menanggung konsekuensi dari pilihan tersebut yang hasilnya adalah tidak sesuai dengan harapan. Meletakkan keputusan yang seharusnya ditentukan oleh diri kepada orang lain adalah keputusan yang fatal.

“Di sini Maeva memberi pesan bahwa dalam mengambil keputusan pribadi hendaknya ditentukan oleh diri masing-masing tanpa terpengaruh oleh omogan orang lain, karena hanya diri sendirilah yang mengetahui seluk-beluk perjalanan hidup kita, percaya diri dan yakin dalam memutuskan suatu pilihan hidup,” ulas Maeva lagi.

Sayangnya, setelah single “Ironi”, Maeva belum bisa menyalurkan energi musikalnya untuk segera melahirkan karya album. Setidaknya dalam waktu dekat ini. Pasalnya, tiga dari empat personel Maeva saat ini masih harus berkonsentrasi pada urusan penyelesaian studi. Nory dan Redy masih menjalani kerja praktek di luar kota untuk studi kedokteran mereka, sementara Vano kini tengah berkutat menyelesaikan skripsinya di salah satu universitas yang ada di Jakarta Barat. “Namun Maeva sendiri masih memiliki beberapa materi lain yang sedang dikerjakan secara indie dan kemungkinan dalam waktu dekat akan diluncurkan sebagai single kedua,” ungkap Maeva menjanjikan.

Adalah pertemuan Vano dan Abie yang mengawali lahirnya Maeva, di sebuah rumah kost di kawasan Jakarta Barat. Vano adalah seorang mahasiswa perantauan asal Pekanbaru yang pernah tergabung di band bernama Monoserus di kotanya, sementara Abie tercatat sebagai dramer di band bernama Swadaya Masyarakat Rock (SDM). Obrolan serius mereka berlanjut dengan bergabungnya Nory yang merupakan gitaris dari SDM, dan ketiganya pun sepakat membentuk Maeva. Setelah itu, Redy yang direkomendasi oleh Nory melengkapi formasi Maeva.

Oh ya, nama Maeva sendiri mereka petik dari Bahasa Tahiti yang berarti ‘selamat datang’. Menurut MAEVA, selamat datang adalah sambutan yang hangat kepada siapa pun yang datang. Dengan filosofi ini, Maeva berharap kehadirannya di industri musik disambut dengan baik oleh seluruh penikmat musik. (Mdy/MK02)

.

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY