Setelah empat kali tercatat di deretan nominasi Grammy Awards, akhirnya unit progressive rock yang terbentuk sejak awal 2000an, Mastodon berhasil ‘pecah telur’. Di pembacaan pemenang penghargaan Grammy ke-60 yang berlangsung di Madison Square Garden, New York AS pada pagi ini (29/1) – atau Minggu (28/1) malam waktu setempat – Mastodon berhasil memenangkan kategori “Best Metal Performance” untuk lagu “Sultan’s Curse” dari album rilisan 2017, “Emperor Of Sand”.

Di kategori tersebut, Mastodon yang telah berkarir selama 18 tahun berhasil mengalahkan pesaingnya, yakni August Burns Red lewat lagu “Invisible Enemy”, Body Count (“Black Hoodie”), Code Orange “Forever” dan Meshuggah “Clockworks”. “(Penghargaan) Ini sangat luar biasa buat kami dan heavy metal, salah satu genre terbaik yang dihuni musisi-musisi paling berbakat dan teknikal di dalamnya.”

Di penyelenggaraan Grammy Awards sebelumnya, Mastodon pernah dinominasikan di kategori “Best Metal Performance” untuk lagu “Colony of Birchmen” (2007) dan “High Road” (2015), “Best Hard Rock/Metal Performance” untuk lagu “Curl of the Burl” (2012) dan “Best Rock Album” untuk album “Emperor of Sand” (2018). Di kategori yang terakhir disebut, pemenangnya adalah The War on Drugs lewat album “A Deeper Understanding”.

Di ranah rock, Foo Fighters berhasil merebut pemenang kategori “Best Rock Song” lewat lagu “Run” yang termuat di album “Concrete And Gold”. Ini merupakan penghargaan Grammy ke-12 yang diterima unit rock asal Seattle tersebut. Band yang dihuni formasi Dave Grohl (vokal/gitar), Nate Mendel (bass), Pat Smear (gitar), Taylor Hawkins (dram), Chris Shiflett (gitar) dan Rami Jaffee (kibord) ini menyingkirkan Metallica (“Atlas, Rise!”), K. Flay (“Blood in the Cut”), Nothing More (“Go To War”) dan Avenged Sevenfold (“The Stage”).

Hasil akhir para pemenang Grammy Awards merupakan akumulasi voting dari sekitar 13.000 anggota Recording Academy – pelaksana Grammy – yang dihuni oleh para insan musik, penulis lagu, produser dan pelaku industri musik lainnya. Tahun ini, pihak Recording Academy menilai sebanyak 22.000 karya rekaman yang dirilis pada periode 1 Oktober 2016 hingga 30 September 2017.

Sejak merilis album perdana berjudul “Foo Fighters” pada 1995, vokalis dan gitaris Dave Grohl bersama formasi saat ini – Taylor Hawkins (dram), Nate Mendel (bass), Chris Shiflett (gitar) dan Pat Smear (gitar) – telah berkembang menjadi band rock perkasa di dunia. Selama perjalanan karirnya, penjualan album band ini telah mencapai angka lebih dari 25 juta keping di pasaran dunia, dan melahirkan deretan lagu yang mencuri perhatian publik seperti, “This Is A Call”, “Everlong”, “Monkey Wrench”, “My Hero”, “Learn To Fly”, “All My Life”, “Times Like These”, “Best Of You”, “The Pretender”, “Walk”, “These Days”, “Something From Nothing” dan masih banyak lagi.

Karir Foo Fighters berawal dari sebuah demo lagu yang direkam Dave pada 1994, setelah band yang turut membesarkan namanya, Nirvana, dinyatakan bubar. Album kedua Foo Fighters yang berjudul “The Colour and the Shape” (1997) merupakan album pertama yang menampilkan formasi band dengan direkrutnya Pat Smear dan Nate Mendel. Kemudian Taylor Hawkins bergabung tak lama setelahnya. Saat menggarap album keempat, “One by One” (2002), Chris Shiflett resmi bergabung. (MK02)

Kredit foto: Brantley Gutierrez (Foo Fighters), Jimmy Hubbard (Mastodon)

.

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY