Berangkat dari oplosan pengaruh musikal band-band dunia seperti Blink 182, MXPX, New Found Glory, Greenday, All Time Low, Neckdeep, State Champs, As It Is hingga With Confidence, unit pop punk asal Nganjuk (Jawa Timur), Here We Go akhirnya bisa mewujudkan mimpi-mimpinya. Di awal 2018 ini, mereka berhasil merilis album mini (EP) bertajuk “Something Back To Me”.

Di karya rekaman berisi lima trek tersebut, Here We Go menyuguhkan racikan kombinasi pop punk lawas era ’90an dengan era modern. Para personelnya; Alfian, Ilmy dan Faris mengeksekusi rekaman “Something Back To Me” di Studio Madfuka Recording Wates, Kediri hanya dalam waktu lima hari.

Bagi band yang terbentuk pada 6 Oktober 2014 lalu ini, “Something Back To Me” menjadi semacam pencapaian yang melegakan. Maklum, pengumpulan materinya terbilang cukup lama – dimulai sejak terbentuk pada 2014 – dan terus tertunda akibat kerap terjadi proses pergantian personel. “Bagi kami, berbagai rasa terurai di album ini, mulai dari senang, sedih, kecewa, dan lain-lain,” ungkap pihak band kepada MUSIKERAS..

Selain itu, lanjut mereka lagi, lima lagu yang termuat di “Something Back To Me” masing-masing memiliki nuansa berbeda, seakan-akan mengajak para pendengar untuk kembali masuk ke jalan cerita tentang masa lalu yang pasti pernah mereka alami di dunia nyata sebelumnya. Disamping lagu baru, ada lagu daur ulang dari demo mereka sebelumnya yang disertakan, yaitu “Lupakan Cerita”, “Semua Telah Berakhir” yang menghadirkan The Pesmuk serta “Be Happy”. Dua lagu lainnya adalah “Ingat” dan “Fly Sky High”.

Semua lagu diracik dengan balutan pop punk yang kental. Menurut para personel Here We Go, pop punk sangat menarik karena menimbulkan energi happy dan have fun, serta mudah dicerna oleh banyak kalangan, khususnya anak remaja kebanyakan. “Kelebihan dan keistimewaannya bagi kami… ya mudah dipahami dan semoga bisa membuat hidup seseorang lebih berwarna dan berharga!” (MK03)

.

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY