Berangkat dari pengalaman pribadi para personelnya, unit rock asal Semarang, Vide mengangkat tema tentang penetuan masa depan seseorang lewat single terbarunya, “Horsemen”. Kini, video musik “Horsemen” sudah tertayang di kanal YouTube atau didengarkan via berbagai gerai digital seperti Spotify, iTunes, Deezer dan lainnya. Sebelumnya, Vide sendiri juga sudah pernah merilis tiga single, yakni “Irremediable Guy”, “Retarded” dan “Black Swan”.

Figur “Horsemen” menurut Vide, merupakan sebuah entitas yang ada pada setiap manusia. Sesuatu atau seseorang yang datang dan pergi meninggalkan kegelisahan dan kekacauan pada diri kita. Sedangkan tokoh utama pada lagu “Horsemen” telah sampai pada titik dimana ia tidak peduli lagi akan keberadaan entitas tersebut dan telah berdamai dengannya. “Apa yang akan terjadi pada masa depan seseorang ditentukan dari orang itu sendiri, tak peduli seberapa besar dan kuat pengaruh dari lingkungan sekitarnya,” cetus Vide via siaran persnya.

Proses kreatif di balik penggarapan “Horsemen”, menurut Tama (vokal), Ichan (gitar) dan Boy (dram), agak berbeda dibanding single-single sebelumnya yang sudah pernah mereka rilis di Soundcloud. “Karena pada saat itu, kami kedatangan seorang gitaris baru yang menulis bagian lead gitar pada lagu ini, padahal gambaran besarnya sudah ada sebelum dia bergabung. Kami semua harus sama-sama adaptasi satu sama lain,” urai pihak band kepada MUSIKERAS.

Foo Fighters dan Nirvana menjadi pusat inspirasi para personel Vide saat menggarap komposisi musiknya. “Karena kami semua Dave Grohl fanboys,” cetus mereka meyakinkan. Dave Grohl adalah vokalis, gitaris sekaligus motor utama band rock Foo Fighters yang mengawali karirnya sebagai penggebuk dram di unit grunge legendaris, Nirvana pada awal era ‘90an.

Namun di samping itu, banyak juga serapan dan pengaruh musik lain, khususnya dari tiap personel yang punya latar belakang musik berbeda-beda. “Ada yang suka dengerin metal, hip hop, keroncong, dangdut pantura juga pasti berpengaruh secara tidak langsung ke musikalisasi kami, hahaha. Tapi kalo menurut kami, kiblat yang paling berat ada di Foo Fighters dan Nirvana sih.”

Saat ini, sambil mempromosikan single “Horsemen”, Vide juga tengah menjalani proses penggarapan produksi album debut yang sudah hampir merampungkan tahapan rekaman dan bersiap-siap menuju ke proses penataan suara (mixing). “Tetapi sepertinya akan ada beberapa perubahan dan ada beberapa yang akan kami take ulang. Kami mau buat album ini semaksimal mungkin dan nggak cuma sekadar udah jadi terus rilis gitu aja. Jadi kami bakal terus melakukan perubahan kalau memang dibutuhkan,” ujar Vide menegaskan.

Vide sendiri terbentuk pada 2013, yang digagas oleh Ichan dan Unuy, duo gitaris andalan di Universitas Diponegoro. Awalnya, mereka memberi nama bandnya “Greedy”. Namun seiring dengan pergeseran konsep musik dan perubahan formasi yang sudah sangat berbeda, maka mereka pun memutuskan untuk berganti nama menjadi “Vide”. Di posisi gitar yang awalnya dihuni Unuy sempat berganti ke Uta. Namun kini diambilalih oleh Ichan, sementara Tama yang tadinya bassis dan vokalis berubah posisi menjadi gitaris dan vokalis. (Mdy/MK01)

.

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY