Duka mendalam kembali menimpa dunia musik Tanah Air. Musisi besar, seorang legenda, Yockie Soeryo Prayogo telah menghembuskan nafas terakhirnya dalam usia 63 tahun, setelah bergulat melawan penyakit diabetes yang dideritanya. Mantan kibordis grup rock legendaris God Bless tersebut dinyatakan meninggal dunia di Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI) Bintaro, pada Senin (5/2/2018), pukul 07.35 WIB.

Beberapa hari sebelumnya, tepatnya pada 23 Januari 2018, sejumlah musisi sempat menggelar konser penggalangan dana bertajuk “Pagelaran Sang Bahaduri” untuk Yockie, yang diadakan di Teater Besar Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat. Kontribusi antara lain datang dari deretan musisi senior seperti God Bless, Setiawan Djody, Erwin Gutawa, Triawan Munaf, Eros Djarot, Benny Soebardja, Fariz RM, KadriMohamad, Nicky Astria hingga Andy /rif.

Bersama God Bless, Yockie yang dilahirkan pada 14 September 1954 menoreh karirnya sejak 1972 silam, saat ia pertama kali bergabung di unit rock legendaris tersebut. Lewat album debut God Bless yang dirilis pada 1975, Yockie menyuguhkan pola permainan kibord rock yang kental pengaruh klasik dan progresif, yang antara lain diserapnya dari band-band Inggris seperti Deep Purple, Yes dan Genesis. Lima tahun kemudian, posisi Yockie sempat digantikan oleh Abadi Soesman di penggarapan album “Cermin”. Namun menjelang penggarapan album “Semut Hitam” (1988), Yockie kembali bergabung dan terlibat di rekaman album “Raksasa” (1989), “Story of God Bless” (1990) dan “Apa Kabar?” (1997).

Masih di ranah rock, Yockie tercatat sempat pula sempat tergabung di formasi band bentukan Benny Soebardja, Giant Step formasi pertama, pada 1971. lalu ketika masih aktif di God Bless, Yockie juga terlibat proyek album dan konser Kantata Takwa sebagai kibordis, pencipta lagu, pengarah musik dan aranjer. Kantata Takwa merupakan karya musikal gagasan seniman, budayawan dan pengusaha Setiawan Djodi, yang juga melibatkan penyair WS Rendra, penyanyi Iwan Fals dan Sawung Jabo. Di luar Kantata, Yockie melanjutkan kerja samanya bersama Iwan Fals di kelompok Swami pada 1989 dan menghasilkan album “Swami I” (1989) dan “Swami II” (1992) dan melejitkan lagu “Bento” dan “Bongkar”. Tak hanya sampai di situ, Yockie juga berada di balik kesuksesan album-album solo milik penyanyi rock seperti Mel Shandy, Ita Purnamasari, Ikang Fawzi hingga Nicky Astria.

Karya-karya monumental Yockie juga tergurat di ranah pop, yang telah ia rintis sejak 1977. Dimulai saat menjadi aranjer untuk proyek album “Lomba Cipta Lagu Remaja” yang digagas Radio Prambors Rasisonia. Kesuksesan ramuan musikalnya yang mengangkat aransemen pop ke level yang lebih elegan mengantarkannya ke proyek monumental lainnya, dimana ia lantas diajak berkolaborasi dengan Eros Djarot menggarap album soundtrack film “Badai Pasti Berlalu”, yang antara lain melibatkan musisi Chrisye, Berlian Hutauruk, Debby Nasution, Keenan Nasution dan Fariz RM. Album-album solo Chrisye selanjutnya juga secara khusus diaransemen oleh Yockie Soeryo Prayogo.

Selamat jalan Yockie Soeryo Prayogo, sumbangsihmu terhadap pentas rock dan pop Indonesia akan selalu tersimpan di hati kami selamanya. (MK01)

Ket. foto: Yockie Soeryo Prayogo (paling kanan) saat memperkuat formasi Kantata Takwa

.

 

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY