Dengan formasi terkininya, Killer of Gods hadir lewat komposisi technical death metal yang semakin mengerikan. Unit cadas asal Semarang ini baru saja melepas single bertajuk “Semesta”, dimana mereka menggetarkan kuping lewat komposisi distortif yang presisi, progresif sekaligus epik.

“Semesta” yang direncanakan sebagai nomor pembuka album Killer of Gods berikutnya tersebut dirilis dalam bentuk video klip dan telah tayang di kanal YouTube sejak 4 Februari 2018 lalu. Pengambilan gambar video yang dieksekusi bekerja sama dengan Semarang On Fire dan iWod Creative Labs tersebut dilakukan di sebuah lahan bekas Hotel Sky Garden di kawasan Bukit Gombel, Semarang. Sebuah tempat yang dipercaya oleh masyarakat Semarang maupun sekitarnya sebagai salah satu tempat paling angker!

Sesuai judulnya, Killer of Gods yang diperkuat formasi Bocil Arga (vokal), Reka (gitar), Themus (bass), Yusuf (dram) serta Dipto (gitar) mengetengahkan tema lingkungan di lagu “Semesta”, dimana mereka mengingatkan betapa kini keadaan semesta semakin rusak dan penuh dengan masalah akibat campur tangan dan kekuasaan manusia. “Semoga dengan adanya single ini kita semua lebih peka untuk menjaga sesama mahluk hidup di alam semesta,” urai pihak band kepada MUSIKERAS.

Namun untuk menyampaikan pesan tersebut dalam sebuah komposisi musikal, bisa dibilang Killer of Gods harus melewati prosesi yang lumayan lama, yakni sekitar dua bulan lantaran seringnya terjadi revisi di beberapa bagian yang dirasakan kurang pas. Duet gitaris Dipto dan Reka yang bertanggungjawab di pengolahan aransemen lagu tersebut. Namun terlepas dari masalah revisi, secara keseluruhan proses rekaman “Semesta” diakui para personelnya tidak terlalu rumit atau sulit. Walaupun vokalisnya kini berdomisili di Surabaya.

Dibanding album sebelumnya, yakni “Mental Retardation Force” yang dirilis via Eastbreath Records pada 2016 lalu yang disisipi elemen-elemen jazz, blues dan juga rock, komposisi “Semesta” jauh lebih progresif tanpa menghilangkan unsur groovy-nya. Ada pengaruh dari beberapa band Amerika dan Eropa seperti Hideous Divinity, Hour Of Penance, Meshuggah, Arghspire hingga Conquering Dystopia.

“(Karena) Kami selalu tertarik untuk memainkan genre technical death metal ini, merasa tertantang untuk membuat suatu karya yang pasti  ditunggu oleh semua orang,” cetus pihak band lagi, semangat.

Killer Of Gods terbntuk pada 2011 lalu dan sempat terjadi beberapa kali pergantian personel. Sejauh ini sudah merilis dua album, yakni “Replica To Hell” (2012) dan “Mental Retardation Force” (2016). (Mdy/MK02)

.

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY