Pasukan hardcore asal Bandung, Prevent kembali menggaungkan karya rekaman EP debutnya, “Reload My Gank”, yang kini sudah terhidang di laman Soundcloud mereka. Ada empat trek berbahaya yang tertuang di album mini tersebut, yakni “Reload My Gank”, “Menjelang Karam”, “Totalitas Tanpa Batas” dan “Sajak Nyawa”.

Kepada MUSIKERAS, pihak band yang dihuni M Elgana (vokal), Aditya Nugraha (gitar), Reza Rizky (bass) dan Roni “Iko” Ramadhan (dram) menyebut album yang dikerjakan selama kurang lebih tiga bulan tersebut sebagai wujud karya yang digarap dalam masa transisi. Dieksekusi ketika terjadi perubahan nama band, dari Rockgod menjadi Prevent pada 2013. Selain itu, terjadi pula pengembangan konsep musik, walau tetap mengacu pada pakem-pakem hardcore. Rockgod sendiri sudah menggeliat di skena hardcore Bandung sejak Juni 2006 silam.

“Proses kreatif yang dibangun untuk menggarap album mini ini bisa dikatakan cukup menguras keringat. Secara teknis kami tetap jamming di studio mengumpulkan materi dari berbagai referensi masing-masing individu. Dari mulai riff gitar, ketukan dram hingga lirik dan teknik vokal yang dicurahkan untuk EP ini berbeda dibanding materi-materi yang kami punya sebelumnya. Setelah terkumpul beberapa materi, kami pilah yang memang ada benang merah dari satu lagu ke lagu yang lain. Dalam garapan album ini, karakter sound yang dikeluarkan memang kami gali, diracik sedemikian rupa agar emosi yang tergambar pada lirik mewakili perwajahan musik kami.”

Khusus di lagu “Reload My Gank”, Prevent mengajak Hardy dari unit hardcore Taring untuk berkolaborasi. “Kami melihat Hardy sebagai sosok yang fleksibel secara komunikasi, berkomunitas, lugas dan lantang karakternya. Secara subtansi lirik, Hardy Taring kami anggap mewakili, disamping karakter vokalnya yang beda,” urai Prevent beralasan.

Dari segi lirik, Prevent fokus pada dua pola penyampaian, yakni menarik keluar sesuatu yang terjadi dalam diri dan menarik sesuatu yang terjadi di luar ke dalam diri. Pesan yang tersirat adalah memaknai apa yang diyakini baik secara individu atau pun kelompok. “Jika diretas atau dibedah, nilai-nilai sosial dari keyakinan yang dijalani tidak terlepas dari hal-hal pertemanan, keluhan, kegoyahan iman, keadaan sosial juga totalitas memilih dan mempertahankan apa yang diyakini,” ulas mereka lagi.

Lebih jauh, lanjut pihak band, lirik “Reload My Gank” secara singkat membedah makna pertemanan yang memberikan warna tersendiri bagi satu keyakinan yang sudah lama menjadi prinsip sesorang. Lalu di lagu “Menjelang Karam,” Prevent mencoba lebih menyentuh hal-hal sensitif dari sebuah pertemanan yang secara kasar bisa dikatakan ‘berbuat dosa’. Hal-hal yang mengakibatkam terbit dan tenggelam, redup dan menyalanya sebuah keyakinan, yang tercermin dari dalam diri. Di lagu ketiga, “Totalitas Tanpa Batas” menjadi puncak dari lagu pertama dan kedua, dimana konteks yang dibangun di sini adalah akhir dari sebuah keputusan yang diyakini; ‘Ya atau Tidak’, yang pada akhirnya perlu ada sikap total tanpa goyah sedikitpun. Sementara di trek terakhir, “Sajak Nyawa”, Prevent menggarambarkan secara spesifik pengalaman dari salah satu personel, yang juga sangat erat kaitannya dengan ketiga lagu sebelumnya. (Mdy/MK02)

.

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY