Sekejap setelah terbentuk, tepatnya pada akhir 2017 kemarin, Wolf Inside Me langsung gerak cepat menggeber produksi rekaman sebuah lagu. Hasilnya, hanya dalam waktu sekitar tiga minggu, unit Post-Hardcore/Metalcore asal Kendari, Sulawesi Tenggara tersebut berhasil menuntaskan sebuah single enerjik bertajuk “Retaliation”. Lagu ini sudah bisa didengarkan (streaming) atau diunduh via Soundcloud dan Reverbnation. Sementara video liriknya juga sudah tayang di kanal YouTube.

“Retaliation” sendiri mencuatkan tema pembalasan di bahasan liriknya, yang terinspirasi pengalaman pribadi para personel Wolf Inside Me yang sempat dipecundangi oleh band-band mereka sebelumnya. “Pesannya bahwa dalam membalas sesuatu yang menyakitkan cobalah dengan menggunakan hal yang positif, karena pembalasan yang positif lebih memberikan efek yang lebih menyenangkan ketimbang negatif,”cetus pihak band kepada MUSIKERAS.

Iwan Liergo (vokal), Epul (bass), Emal (gitar), Jody (gitar) dan Ucil (dram) menjalani proses rekaman “Retaliation” dengan menancapkan genre Post-Hardcore/Metalcore sebagai nadi utamanya, yang pengaruhnya diserap dari band-band dunia seperti Asking Alexandria, Bury Tomorrow, Blessthefall, A Day to Remember hingga Memphis May Fire.

“Secara musik dan fashion, Post-Hardcore/Metalcore sangat merepresentasikan anak muda yang enerjik. Jenis kord yang terdapat pada genre ini juga terbilang cukup ringan untuk didengar oleh audiens,” urai Wolf Inside Me mempertegas konsepnya.

Berawal dari sebuah pesan yang dikirim oleh Epul via Facebook kepada Iwan Liergo di pertengahan 2016 kemarin, menjadi cikal bakal lahirnya Wolf Inside Me. Epul mengajak Iwan untuk membentuk band beraliran Post-hardcore. Namun awalnya, sempat terjadi kebingungan bagaimana mengawalinya, mengingat keduanya saat itu masing-masing masih tergabung di band lain. Ditambah lagi, Epul masih berdomisili di Sabah, Malaysia, sementara Iwan di Kendari, Indonesia. Niat keduanya akhirnya terwujud pada pertengahan 2017, saat Epul dan keluarganya memutuskan pindah dan berdomisili tetap di Kendari. Epul dan Iwan pun bertemu, dan lantas merekrut Emal, Ucil dan Jody untuk bergabung. Setelah beberapa kali melakukan jamming dan  mendapatkan feel yang lumayan asik, mereka pun langsung menggodok rekaman single “Retaliation”. Tahun ini, Wolf Inside Me berencana merilis dua single lagi, sebelum mengemas sebuah album mini (EP) yang rencananya diluncurkan pada akhir 2018 atau awal 2019. (Mdy/MK01)

.

 

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY