Jika ingin berkarya, menyalurkan kreativitas dalam bermusik, memang tidak harus menunggu sampai semua fasilitas yang dibutuhkan terpenuhi. Itu yang dilakukan Faishal Hanif, seorang musisi asal Kediri, Jawa Timur, yang memutuskan mewujudkan proyek musikalnya sendirian tanpa bantuan musisi lain. Dan hasilnya, sejak akhir Januari 2018 lalu, NIF – demikian nama proyeknya – telah menelurkan sebuah single cadas bertajuk “Infinite Journey” yang sudah bisa diunduh gratis di laman Bandcamp, dan akan menyusul pula tersedia di beberapa gerai digital seperti Spotify, iTunes dan sebagainya.

Nama NIF sendiri diambil dari nama belakang Faishal yaitu ha(NIF), sekaligus dijadikan singkatan dari New Interstellar Flight. Karena belum terbentuk sebagai sebuah band yang sesungguhnya, NIF sementara ini dianggap sebagai one-man project yang mengeksplorasi genre progressive metal yang dibalut dengan ambient, post rock/metal, dan djent. Beberapa pengaruh dan inspirasi secara musikal diserap dari band-band dunia seperti Widek, Dream Theater, Periphery, Haunted Shores, Plini hingga An Abstract Illusion.

Faishal memulai penulisan “Infinite Journey” dan beberapa materi lagu lainnya sejak akhir 2015 lalu, setelah secara tidak sengaja ia mendegarkan lagu dari Widek dan Plini di YouTube. “Sejak saat itu saya mulai mencicil sedikit demi sedikit materi lagu NIF. Kendala paling besar adalah pada saat proses penulisan dan pembuatan lagu, karena saya sendirian, jadi tidak ada yang memberi masukan atau ide selain diri saya sendiri. Selain itu, waktu juga menjadi kendala, karena saya harus membagi waktu dengan kuliah saya,” urai Faishal kepada MUSIKERAS.

Saat ini, Faishal juga tengah bersiap merilis album debutnya yang bakal diberi judul “Above the Sky”, berisi sembilan trek dan rencananya bakal segera diluncurkan dalam waktu dekat. Proses rekaman album tersebut dimulai Faishal sejak Februari 2017 dan sekitar pertengahan Desember 2017 semua materi selesai direkam. Semua proses dikerjakan Faishal sendiri di kamar tidurnya. Mulai dari memainkan isian untuk gitar, bass, kibord, drum machine/programmed drum hingga mixing dan mastering. “Untuk mixing dan mastering saya lakukan sendiri dengan ilmu yang saya dapat dari internet,” ujar Faishal terus-terang.

Di album “Above the Sky” tersebut – khususnya di komposisi bertajuk “Winter Wyvern” – Faishal menghadirkan seorang gitaris tamu, yakni Yutsi dari band unit progressive metal asal Jakarta, Dunia.

Salah satu impian Faishal saat ini adalah mewujudkan NIF sebagai sebuah band yang sesungguhnya agar bisa menghidupkan materi-materi lagunya di panggung. “Namun karena kesulitan mencari personel yang sealiran dan sepemikiran, akhirnya saya memilih untuk menjadikannya one-man project. Tapi sampai saat ini saya masih berusaha untuk mencari personel agar bisa perform live,” seru Faishal meyakinkan. Nah, ada yang berminat? (Mdy/MK01)

.

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY