Masih dari “The Sin and the Sentence”, album studio terbaru yang dirilis via Roadrunner Records pada 20 Oktober 2017 lalu, unit metal asal Florida, AS Trivium kembali menggelindingkan single terbaru bertajuk “Beyond Oblivion”. Kemarin, video klip lagu tersebut juga telah diluncurkan, seperti yang bisa dilihat di akhir artikel ini.   

Sejauh ini, sudah lima single yang dirilis resmi untuk mempromosikan “The Sin and the Sentence”. Sebelumnya, ada “The Sin and the Sentence”, “The Heart from Your Hate”, “Betrayer” dan “Thrown into the Fire”. Album ini juga menandai keterlibatan dramer Alex Bent untuk pertama kalinya, serta kembalinya penggunaan vokal scream dari vokalis dan gitaris Matt Heafy yang sempat hilang di “Silence in the Snow” (2015).

Kepada media asal Jerman, Pitcam.tv, Matt Heafy mengungkapkan alasannya kembali menghadirkan vokal scream. “(album) ‘The Sin And The Sentence’ tidak melibatkan scream karena kami rasa memang tidak dibutuhkan. Kami bisa saja menggunakan vokal (gitaris) Corey Beaulieu di situ karena saat itu saya tak mampu melakukan scream. Sekitar tiga tahun lalu suara saya terganggu setelah mengakhiri rangkaian tur konser ‘Vengeance Falls’. Saya harus melatihanya kembali, dan bersyukur akhirnya bisa kembali. Terdengar keren sekarang dan kami sangat senang akan hasilnya.”

Saat penggarapan “The Sin And The Sentence” yang dieksekusi di Santa Ana, Hybrid Studios, California, Matt Heafy, Corey Beaulieu, bassis Paolo Gregoletto dan Alex Bent memilih berkolaborasi dengan Josh Wilbur, produser yang tercatat pernah sukses menggodok rekaman album milik Lamb Of God dan Gojira. Namun berbeda dibanding album “Vengeance Falls” dan “Silence in the Snow”, Trivium dan Josh Wilbur hanya butuh waktu sebulan untuk merampungkan rekaman “The Sin And The Sentence”. Karena penulisan materi album tersebut sudah rampung 90% sebelum mereka memulai penggarapan album di studio.

Setelah perilisan album debut bertajuk “Ember to Inferno” (2003) – atau sekitar empat tahun setelah terbentuk di Florida AS – nama Trivium melesat tinggi berkat album keduanya, “Ascendancy” (2005) yang terjual sebanyak lebih dari 500 ribu keping di seluruh dunia. Album yang antara lain melejitkan lagu “Pull Harder on the Strings of Your Martyr”, “A Gunshot to the Head of Trepidation” dan “Dying in Your Arms” tersebut juga merupakan album pertama Trivium yang melibatkan gitraris Corey Beaulieu dan bassis Paolo Gregoletto. Album “Ember to Inferno” sendiri sempat dirilis ulang via label Lifeforce Records pada 2 Desember 2016 lalu.

Pada 4 Februari 2010, dramer Travis Smith yang ikut andil dalam melahirkan Trivium pada 1999 hengkang dari formasi Trivium. Sejak itu, permasalahan di lini dram sepertinya tak pernah tuntas di tubuh band heavy metal (sebelumnya dikenal ber-genre metalcore) tersebut. Penggantinya, Nick Augusto yang pertama kali tampil mengawal konser Trivium di Jakarta pada 11 Februari 2010 tersebut lumayan bisa bertahan lama. Bahkan terlibat di penggarapan dua album, yakni “In Waves” (2011) dan “Vengeance Falls” (2013). Pada 7 Mei 2014, Nick mundur dari band dan digantikan oleh Mat Madiro. Usai perilisan album “Silence in the Snow” (2015), posisi dramer kembali berubah.

Pada 5 Desember 2015, Trivium lantas merekrut Paul Wandtke, atas rekomendasi dari Mike Mangini, dramer Dream Theater. Tapi belum sempat menghasilkan album, Paul dipecat dan digantikan oleh Alex Bent, yang diumumkan pada awal 2017. Alex sendiri telah mengantongi pengalaman bermain dram bersama band Battlecross, Decrepit Birth, Testament serta proyek band Eric Peterson (gitaris Testament) yang bernama Dragonlord. Penampilan Alex pertama kali bersama Trivium terjadi pada 11 Februari 2017 lalu, di sebuah konser di Dublin, Irlandia. (MK03)

Kredit foto: Justin Borucki

.

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY