Merayakan 15 tahun agresinya di kancah metal ‘bawah tanah’, unit grindcore senior asal Jakarta, Noxa telah merayakannya dengan meluncurkan sebuah album baru bertajuk “Propaganda” plus sebuah konser bertajuk “Noxa Fest 3” yang digelar di Bulungan Outdoor, Jakarta Selatan pada 18 Maret 2018 lalu.

Di pesta bertabur distorsi pekat tersebut, Noxa mengundang sejumlah band sahabat, di antaranya seperti Demoniac, Inhumanity, Tyranny, Inlander, Down For Life, Hellcrust, Deadsquad hingga band senior Edane. Lalu ada pula suguhan istimewa dari Rotten Sound, pejuang extreme metal asal Finlandia, yang ‘diselamatkan’ Noxa untuk tampil sebagai penutup di festival tersebut.

“Propaganda” sendiri dirilis via label rekaman Blackandje pada 9 Maret 2018 (digital) dan 18 Maret 2018 untuk format fisik (cakram padat). Album ini menjadi kendaraan ‘kampanye’ Tonny Christian Pangemanan (vokal), Ade Himernio (gitar), Dipa Biomantara (bass) dan Alvin Eka Putra (dram) untuk mengoarkan berbagai ketimpangan.

“Seperti album-album sebelumnya, kami kembali mengangkat kehidupan sosial dan politik banget. Hal-hal yang perlu dipertanyakan kepada pemerintah. Ada tentang uang, dan sindiran, seperti di lagu ‘Negeri Kaya’, bahwa negara kita katanya kaya, tapi ternyata sampai sekarang masih gini-gini aja,” cetus Ade Himernio kepada MUSIKERAS.

Sejak terbantuk pada Maret 2002 silam, Noxa telah merilis lima album studio, yakni “self-titled” (2002), “Grind Viruses” (2006), “Legacy” (2010), “Buka Mata” (2016) dan “Propaganda”. Di luar karirnya di skena nusantara, nama Noxa juga tercatat di kancah internasional. Mereka antara lain pernah tampil di panggung Obscene Extreme Festival, Singapore Death Fest, Johor Bahru Konsert hingga Tuska Open Air Fest Finlandia.

Lebih jauh tentang album “Propaganda” serta ‘operasi penyelamatan’ Noxa terhadap Rotten Sound, silakan baca di majalah digital MUSIKERAS #16 (Mar-Apr 2018) yang sudah bisa diunduh secara gratis di laman ini. (MK01)

.

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY