Dua tahun lebih setelah meluncurkan album “Venom”, akhirnya pejuang metal asal Wales, Bullet For My Valentine (BFMV) siap dengan karya rekaman terbarunya. Kali ini diberi judul “Gravity” dan bakal diedarkan via label Search And Destroy/Spinefarm Records pada 29 Juni 2018 mendatang. Sejak awal April lalu, single pertamanya yang bertajuk “Over It” sudah diperdengarkan ke seluruh penjuru jagad musik keras dunia.

“Gravity” juga menandai kontribusi pertama Jason Bowld, dramer terbaru BFMV yang tercatat pernah menghuni band Pitchshifter dan Axewound, serta bassis Jamie Mathias (dari band Revoker) yang mulai bergabung tak lama setelah penggarapan album “Venom” rampung. Keduanya melengkapi dua motor utama BFMV, yakni Matthew “Matt” Tuck (vokal/gitar) dan Michael “Padge” Paget (gitar).

Kepada beberapa media yang mewawancarainya, Matt Tuck yang mendominasi proses penulisan lagu dengan tegas menyebut arah musikal BFMV yang berbeda di “Gravity”. Terutama dalam metode penulisan lagu. Seperti yang terdengar jelas di single “Over It”.

“Banyak hal (yang berubah). Kami tak ingin memuntahkan hal-hal yang sudah pernah kami lakukan sebelumnya. Itu masa lalu dan kami selalu melihat ke depan. Kami mencoba membuat sesuatu yang lebih besar dengan sedikit mengurangi sisi teknikal. Kami tetap punya lagu-lagu yang heavy-groove, tapi tidak mengarah menjadi super-thrashy dengan permainan gitar yang teknikal. Kali ini lebih sederhana, lebih mudah dicerna, namun memberikan sound yang lebih megah. Intinya akan membuat banyak orang terkejut dengan sound serta instrumentasi yang kami terapkan sekarang, tapi perlahan orang-orang akan terbiasa (mendengarnya). Kami sangat senang dengan hasilnya.”

BFMV yang terbentuk pada 1998 silam ini mulai mendapatkan atensi internasional pertamanya setelah merilis album kedua, “Scream Aim Fire” pada 29 Januari 2008. Album yang memuat  hit “Scream Aim Fire”, “Hearts Burst into Fire” dan “Waking the Demon” tersebut berhasil menembus peringkat keempat terlaris di Amerika Serikat versi Billboard 200. Dua tahun kemudian merilis “Fever”, album yang bahkan mencetak prestasi lebih fantastis, naik satu peringkat ke posisi tiga di chart yang sama. Dari keseluruhan albumnya, yakni “The Poison” (2005), “Scream Aim Fire” (2008), “Fever” (2010), “Temper Temper” (2013) dan “Venom”, band yang telah dua kali menggelar konser di Jakarta ini telah mencetak angka penjualan sebesar lebih dari satu juta keping di seluruh dunia.

Pada Juli tahun lalu, BFMV merayakan 10 tahun album debut “The Poison” lewat sebuah rekaman konser berjudul “Live From Brixton: Chapter Two”, yang diedarkan dalam format cakram padat (CD), DVD serta Blu-ray. Sementara di segmen “Night Two: Performing The Poison” yang menjadi bagian dari rilisan tersebut, juga diedarkan tersendiri dalam format piringan hitam (vinyl). (MK03)

Kredit foto: Ville Juurikkala

.

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY