Punk Is Not Dead! Ya betul! Punk is Dad. Ya betul juga…!

Paling tidak buat Fun As Thirty (F.A.T.), unit melodic punk asal Solo, Jawa Tengah. Maklum, para personelnya – Ari Hamzah (dram), Hanton Prasetyo (vokal/gitar), Budi Santoso (gitar) dan Dhimas Satyanggoro (bass/vokal) – sudah berstatus ‘ayah’ atau ‘dad’ dalam bahasa Inggris. Status itulah yang mencuatkan keunikan pada cita rasa musikalnya, seperti yang tertuang di single terbaru mereka, “Terjaga”.

Oh ya, lagu “Terjaga” sendiri termuat di album debut F.A.T. yang telah dirilis sejak 25 Desember 2017 lalu dalam format kaset dan boxset. Dalam waktu dekat, F.A.T. juga akan menggarap video klip untuk single berikutnya yang bertajuk “Mimpi yang Tertunda”, yang lantas diikuti kegiatan tur promo di berbagai kota di Indonesia.

“Proses penggarapan single ‘Terjaga’  bisa dibilang sangat unik, karena latar belakang kami adalah bapak-bapal yang agak sibuk dengan pekerjaan masing-masing, dan juga (kegiatan) dalam mengurus rumah tangga. Kami agak jarang bisa berkumpul dan membuat musik secara bersama-sama, jadi akhirnya kami bertukar ide aransemen lewat aplikasi Whatsapp,” ungkap para personel FAT kepada MUSIKERAS.

Lewat percakapan dan interaksi di dunia maya itulah, mereka saling mengirim kord, nada, lirik dan rekaman kasar. “Kami membiarkannya mengalir akan seperti apa jadinya musiknya nant.i… Tapi karena pada dasarnya kami masing-masing mempunyai basic kecintaan pada musik punk dan melodic, akhirnya lagu ‘Terjaga’ bisa jadi seperti sekarang ini. Dalam proses pembuatan single ini, kebetulan kami berempat juga lagi suka-sukanya dengerin kembali lagu-lagu dari NOFX, Rise Against dan Face to Face.”

Di skena punk lokal, para personel F.A.T. bukan wajah baru. Band ini terbentuk pasca pensiun dari band masing-masing, tepatnya pada 25 Desember 2016 lalu. Diawali oleh Ari Hamzah, selepas keluar dari formasi Endank Soekamti. Ia lantas mengajak Hanton Prasetyo dari band Blues Clues serta Budi Santoso dan Dhimas Satyanggoro yang merupakan jebolan Automatic, unit punk rock asal Solo juga. Usai menjalani proses jamming yang menyenangkan hingga melahirkan empat lagu, mereka pun melangkah ke fase rekaman.

Mereka tidak muluk-muluk dalam menancapkan target sebagai band. Ari, Hanton, Budi dan Dhimas hanya ingin F.A.T. menjadi sebuah opsi atau pilihan di antara sekian banyak band baru yang bermunculan, terutama yang beraliran punk.

“Kami justru datang meramaikan skena musik punk di Indonesia dengan konsep melodic, punk rock seperti era akhir ‘90an hingga awal 2000an. Dilihat dari segi musikalitas dan lirik lagu, kami mengaransemen musik ‘Terjaga’ secara sederhana, easy listening, dimana kami berharap musik ini juga bisa diterima oleh semua orang. Tidak hanya pecinta musik punk. Lirik ‘Terjaga’ merupakan implementasi apa yang kami alami setelah berkeluarga, dimana kami selalu dikelilingi oleh orang-orang terkasih yang selalu ada di samping kami. Well.. Punk is Dad!” (Mdy/MK02)

.

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY