Setahun setelah merilis single “Bisa Bahagia”, unit pop punk asal Jakarta, Vellarose akhirnya berhasil menelurkan karya rekaman baru lagi. Kali ini sebuah single bertajuk “Luar Angkasa” yang lagi-lagi digarap oleh formasi baru band tersebut.

Sedikit menengok ke April 2017 lalu, Vellarose saat itu dihuni formasi Vito (vokal), Mega “Mejun” Juniaty (dram), Niel (gitar) dan Nicola (bass). Kolaborasi mereka inilah yang menelurkan lagu “Bisa Bahagia”. Sayangnya, attitude vokalis yang dianggap tidak sejalan dengan personel lainnya membuat Vellarose kembali harus merombak formasi. Mereka sempat menggelar audisi untuk mencari vokalis baru, namun tak kunjung menemukan talenta yang sesuai ekspektasi Vellarose. Akhirnya, Nicola yang sebelumnya menjadi pembetot bass di penggarapan “Bisa Bahagia” pindah jalur menjadi vokalis. Namun menurut pihak Vellarose, konsep dan warna musik mereka tidak mengalami perubahan walau ada perubahan formasi.

“Karena personel sekarang adalah formasi lama, (hanya) minus vokalis lama,” cetus Vellarose kepada MUSIKERAS, meyakinkan. “Ayi yang awalnya lama menjadi gitaris additional sekarang resmi jadi personel. Lalu, Niel yang menjadi gitaris di single ‘Bisa Bahagia’ sekarang kembali ke posisi awalnya, yaitu bassis.”

Kalau pun ada perubahan, kemungkinan hanya terjadi di lini vokal, karena warna vokal Nicola lumayan berbeda dibanding Vito. “Memang tidak sekuat warna vokalis lama, namun banyak alasan mengapa kami memilih Nicola sebagai front terbaru Vellarose. Nicola pernah menjadi vokalis sepanjang  2008-2014 di band lamanya, dan berbagai pengalamannya di skena underground, indie dan seputarnya, yang menaikkan kepercayaan kami kembali bahwa Vellarose bisa berkarya lagi.”

Mereka juga berharap, dengan bersatunya kembali Nicola dan Mega (dram) maka akan memunculkan beberapa warna dari band-band easycore era 2008an. Tentunya dengan tambahan-tambahan referensi band seperti Totalfat, Four Year Strong, dan masih banyak lagi. “Vellarose akan lebih eksplor lagi dan lebih variatif dibanding lagu-lagu di EP ‘A Luta Continua’ (2014),” urai para personel Vellarose lagi.

Sebelumnya, terutama saat menggarap single “Bisa Bahagia”, referensi yang diserap Vellarose banyak bersumber dari band-band dunia seperti New Found Glory, Neck Deep hingga State Champ. Sementara sekarang, mereka menambahkan inspirasi dari band Totalfat (Jepang), Four Year Strong (AS) dan Chunk No! Captain Chunk (Perancis). “Tiga band yang memang sudah lama menjadi referensi kami, namun baru bisa terealisasikan di lagu ‘Luar Angkasa’ ini. Namun tetap musik pop punk ala New Found Glory masih menjadi roots-nya.

Proses rekaman “Luar Angkasa” sendiri dieksekusi Vellarose di Bulb Record dan diarahkan langsung oleh Bang Ijal, gitaris Last Goal Party. Kali ini Vellarose harus menghadapi tantangan baru, dimana mereka harus mulai terbiasa dengan warna vokal milik Nicola dan juga permainan gitar dari gitaris barunya, Ayi. Aransemen yang terdengar garang dan cepat, ditambah adanya lirik yang pekat dengan unsur simbolik, semakin menguatkan rasa amarah disertai semangat bangkit yang ingin disampaikan dalam lagu tersebut.

Single “Luar Angkasa” sendiri berangkat dari cerita yang manis di awal, pahit kemudian. Ada kala manusia sadar dan menyesal bahwa hal-hal yang dikira selama ini baik ternyata berdampak buruk bagi kehidupannya. Contoh konkretnya kisah percintaan, pertemanan, atau bisa juga masalah penyalahgunaan narkoba. “Luar angkasa dalam lagu ini hanyalah simbolik, tempat ke mana kita harus buang hal-hal buruk dalam hidup kita,” tutur Niel yang menulis lagunya, beralasan.

“Luar Angkasa” saat ini sudah bisa didengarkan di berbagai layanan musik digital seperti Spotify, iTunes, Joox dan lainnya.

Kelahiran Vellarose dicetuskan oleh Niel yang saat itu jenuh bermain dengan bandnya yang ber-genre punk rock. Lalu ia pun mengajak teman-teman SMA-nya, yakni Carlos (gitar), Iko (gitar) dan Vito (vokal) dan membentuk Vellarose secara resmi pada Februari 2013. Pada perjalanan karirnya, sempat beberapa kali terjadi pergantian dramer, hingga akhirnya menemukan Mega Mejun. Seusai merilis “A Luta Continua”, Carlos dan Iko mengundurkan diri. Posisinya lantas digantikan oleh Niel yang tadinya bermain bass, dan Nicola (mantan vokalis di band bernama WWY bersama Mejun). (Mdy)

.

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY