Setelah sekitar lima tahun tertidur, unit metalcore senior asal California, AS ini akhirnya menyadari bahwa nadi mereka masih berdenyut dan masih tersisa banyak energi untuk kembali menggebrak skena metal dunia.

Para personelnya, yakni Brandan Schieppati (vokal), Brian Leppke (gitar), Derek Youngsma (dram), Ryan Wombacher (bass) dan Marta Peterson (kibord) pun melakukan reuni dan langsung masuk studio untuk merekam album. Hasilnya, pada 25 Mei 2018 mendatang, Bleeding Through bakal merilis album terbaru bertajuk “Love Will Kill All” via label SharpTone Records. Belum lama ini, single pembuka dari karya rekaman pertama mereka dalam enam tahun tersebut, yakni “Set Me Free” telah diluncurkan ke berbagai kanal digital, serta dalam format video klip di YouTube.

“Setelah lima tahun berlalu, kami menyadari jantung Bleeding Through masih berdetak. Motivasi kami untuk (kembali) merekam album karena hasrat kami dalam musik, darah kreatif yang telah mengalir di nadi kami, yang tak pernah berubah sejak 1999 silam. Bleeding Through selalu tentang musik dan orang-orang yang menikmatinya. Hal itu sempat hilang untuk beberapa waktu dan kini telah ditemukan kembali,” urai Brandan via siaran pers resminya.

Tentang “Set Me Free” sendiri, para personel Bleeding Through menyebutnya sebagai sebuah ujud kelahiran kembali yang murni. Videonya ‘gelap’, ‘gelisah’ dan kuat. Saya pikir sangat menggambarkan tentang Bleeding Through itu sendiri dan akan selalu seperti itu. Kini waktunya untuk bangkit!”

Sejak terbentuk pada 1999 silam, Bleeding Through telah menghasilkan delapan album studio, yaitu “Dust to Ashes” (2001), “Portrait of the Goddess” (2002), “This Is Love, This Is Murderous” (2003), “The Truth” (2006), “Declaration” (2008), “Bleeding Through” (2010), “The Great Fire” (2012) dan “Love Will Kill All”.

Pada 8 Maret 2008 silam, Bleeding Through pernah menggelar konser di Jakarta, tepatnya di Pantai Karnaval, Ancol. (MK03)

.

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY