Berbekal pengalaman saat rekaman album mini (EP) self titled pada 2015 silam, akhirnya Poppy Punky, sebuah unit pop punk berbasis Jakarta, berani mengeksekusi sendiri proses rekaman album penuh pertamanya. Dalam waktu tiga bulan, mereka berhasil merampungkan album bertajuk “Story” tersebut, dan merilisnya pada 18 Maret 2018 lalu.

Ada 10 lagu yang termuat di “Story”, dan para personelnya, yakni Deans (bass/vokal), Musya (gitar) dan Omen (dram) mendaulat nomor “Penjahat Dunia” sebagai single jagoan. Tema lirik di lagu “Penjahat Dunia” ini sendiri berkisah tentang seseorang yang terperangkap dalam pengaruh buruk kehidupannya. Orang ini selalu berusaha melawan dirinya sendiri agar bisa keluar dari segala kejahatan itu. Ia sadar, apa yang dilakukannya selama ini merupakan kesalahan.

Kembali ke pengalaman rekaman “Story”, Poppy Punky mengakui telah merasakan banyak pembelajaran. Maklum, baru kali ini mereka bekerja tanpa arahan music director, seperti yang mereka terapkan di proses rekaman EP self-titled.

“Di album ini kami lebih mandiri dalam proses pembuatan musik,” cetus Poppy Punky kepada MUSIKERAS. “Waktu proses pembuatan EP kami mendapatkan banyak pelajaran tentang bermusik dari music director kami, mulai dari tahap rekaman yang benar, membuat musik dan bahkan sampai pembuatan lagu. Dan seiring waktu berjalan, sang music director tersebut memberi kami kepercayaan untuk menggarap musik sendiri. Dan di album inilah, kami lebih bisa meluapkan segala ide bermusik masing masing personel.”

Terlepas dari masalah teknis rekaman, Poppy Punky semakin jauh mengeksplorasi pakem pop punk yang mereka mainkan di album “Story”. Dalam setiap lagunya, mereka membebaskan diri untuk menyemburkan segala ide dan gagasan serta membuka diri pada semua genre agar musiknya bisa dinikmati semua kalangan. Selama proses penggarapannya, tanpa di sadari, ide dan referensi itu berdatangan dengan sendirinya. Dan dari segi musikal, mereka banyak mendapat pengaruh dari band-band yang mereka panuti seperti 30 Second To Mars dan All Time Low.

Namun inti dari keseluruhan, pop punk tetap menjadi nadi utama musik mereka. Karena di mata Poppy Punky, pop punk terbilang unik dan memiliki karater yang sangat kuat. “Dari segi musiknya, yang entah itu cepat atau pun pelan, tetap saja terarah dengan satu karakter notasi yang sangat unik dan kuat. Dan menurut kami, genre pop punk gampang dicerna oleh masyarakat luas.”

Poppy Punky sendiri terbentuk pada 6 November 2015, dimana ide namanya terinspirasi dari nama sahabat mereka, Poppy, yang kerap berdadan layaknya anak punk. Personel awal Poppy Punky diperkuat oleh Deans yang saat itu mengemban tugas sebagai vokalis dan gitaris, lalu Musya, Omen dan Dika (bassis). Namun di tengah perjalanan, Dika mengundurkan diri dan Deans pun ‘terpaksa’ beralih peran menjadi vokalis sekaligus bassis.

Kini, album “Story” sudah tersedia dalam format fisik dan digital melalui berbagai gerai layanan digital seperti iTunes, Joox, Spotify, Deezer, dan lain-lain. (mdy/MK02)

.

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY