Tepat setahun setelah meluncurkan single pertama bertajuk “Hujum Selepas Nujum”, kini unit hip metal asal Bandung, Genosidasius (GNDS) hadir kembali lewat single terbarunya. Kali ini, tiga personelnya yang tersisa, Ridho (vokal), Ricky (gitar) dan Dimas  (bass) berhasil merampungkan sebuah karya rekaman terbaru berjudul “Titik Balik”. Di single yang telah mengudara sejak 13 April 2018 lalu tersebut, GNDS mengajak vokalis cantik, Givani Gumilang dari unit ska Scimiaska untuk berkolaborasi.

“Titik Balik” yang mengangkat sebuah tema harapan, tentang doa seorang hamba dan suatu pengingat akan kembalinya satu jalan diramu GNDS dengan balutan komposisi dan aransemen yang lebih ‘halus’ dan sangat berbeda dibanding single mereka sebelumnya. Di single “Hujum Selepas Nujum”, materi musik GNDS lebih up beat dengan lirik yang berisi tentang kritikan dan luapan kekecewaan serta lirik-lirik metafora. Selain itu, kehadiran vokal Givani di “Titik Balik” juga menghadirkan nuansa yang berbeda.

“Single ‘Titik Balik’ lebih soul (dibanding single sebelumnya), sedikit menurunkan ego dengan harmonisasi yang berbeda. (Lalu) karakter vokal dan kedekatan kami dengan Givani juga dirasa cocok untuk mengisi materi single ini,” cetus pihak GNDS kepada MUSIKERAS.

GNDS menggarap proses rekaman “Titik Balik” dalam kurun waktu yang lumayan cepat. “Kurang lebih sebulan kami sudah merampungkan aransemen dan proses rekaman. Untuk kendala, paling dari kord. Kami sempat take ulang lagi karena kord yang terlalu tinggi. Terus dari segi pemilihan tema lagu dan yang paling susah memyesuaikan jadwal Givani yang sangat padat,” urai GNDS lagi menjelaskan.

Saat ini, GNDS juga tengah berkutat merampungkan materi album. Mereka menggabungkan materi lama yang terbengkalai setelah dua personel lamanya – gitaris Gian dan dramer Evul mengundurkan diri – dengan 50% materi lagu-lagu baru yang lebih fresh. “Kira-kira progresnya baru 50% untuk keseluruhan,  semoga dengan rilisnya ‘Titik Balik’ ini bisa menjadi jembatan yang baik untuk album kami nanti.”

GNDS sendiri terbentuk di langit Selatan kota Kembang, Bandung pada 30 September 2012 silam. Diawali formasi Ridho, Ricky, Dimas, Evul dan Gian yang bergabung belakangan. Mereka lantas menghasilkan single “Hujum Selepas Nujum” pada April 2017 yang mendapat respon positif di skena rock independen. Sayangnya, ketika penggarapan album sudah sampai setengah jalan, Gian dan Evul hengkang pada 2017 dengan materi-materi musik yang masih terbengkalai.

Dalam meramu musiknya, GNDS memadukan beberapa gaya yang berbeda, dengan menggunakan gitar bersenar tujuh dan menerapkan tuning Drop G# untuk menghasilkan suara yang rendah, terdistorsi dan gelap. Mereka meramu elemen rap metal/hip metal dan grime, sebagai peleburan djent dan nu metal, yang banyak terpengaruh dari band-band seperti Meshuggah serta Limp Bizkit dan Korn. Sementara dari lini vokal, mereka juga menggunakan nyanyian konvensional dan suara kasar sesekali. Untuk lirik, GNDS menitikberatkan pada subyek politik seperti anarkisme, teori konspirasi, korupsi pemerintah, kekerasan anti-senjata, persatuan melawan penindasan dan masalah sosial lainnya. (Mdy/MK02)

.

 

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY