Bipolar Disorder, sebuah istilah medis mengenai gangguan psikis yang ditandai perubahan suasana hati yang sangat ekstrim, menjadi titik sentral tema lirik yang dicecar Forsaken, sebuah unit metal modern dari Mojosari, Jawa Timur, lewat single terbarunya yang juga bertajuk “Bipolar Disorder”. Lagu ini telah resmi diluncurkan sejak pertengahan April 2018 lalu.

“Maksud dari judul lagu ‘Bipolar Disorder’ tersebut,” seru Forsaken, “agar kita bisa mengambil hikmah dari apa yang sudah terjadi, seperti ada istilah ‘yin & yang’, ‘hitam & putih’,’air & api’, yang merupakan unsur-unsur yang menjadi simbol keseimbangan hidup. Makna dari judul lagu tersebut menghimbau agar pemuda masa kini lebih berjuang demi kehidupan dan mengajarkan semangat untuk melawan ujian hidup yang mungkin dirasa berat. Tapi memang setiap beratnya ujian hidup membuat kita semakin kuat, berjuang sekuat tenaga. ‘Break the wall…!”

Proses rekaman unik dijalani para personel Forsaken, yakni Tama “Mbeng” (vokal), Nanda (gitar), Firman “Ben” (gitar), Arise “Buyut” (bass) dan Erwin (dram) saat menggarap “Bipolar Disorder”. Selain rekaman di Rajasa Record, mereka juga mengeksekusi rekaman isian gitar di tengah keramaian.

“Ya, tepatnya di cafe! Entah ide itu dari mana asalnya, but it was fun! Kami enjoy bareng. Emang nggak seperti kebanyakan proses take seharusnya dilakukan di ruang studio atau ruangan tertutup, tapi kami beda. Mungkin hal ini menjadi suatu hal yang baru buat kami,” urai pihak band kepada MUSIKERAS.

Dalam menggarap musiknya, band bentukan 2013 yang sebentar lagi merampungkan proses rekaman album mininya ini mengakui, referensi serta pengaruh banyak terserap dari band-band cadas Tanah Air seperti Burgerkill, Beside dan bahkan dari band-band pop. Sementara untuk referensi luar, Forsaken juga banyak mendengarkan garapan musik dari raksasa thrash metal dunia, Slayer serta band-band metalcore dan progressive seperti Erra, Novelists dan Periphery. Menurut mereka, dari influence tersebut memberikan dampak yang sangat signifikan di dalam karya Forsaken, yang sarat elemen metalcore, pop, rock, thrash bahkan jazz.

Saat ditanya mengapa orang-orang harus mendengar Forsaken? Pihak band memberi jawaban yang realistis. “Forsaken sih sebenernya sama kaya band-band metal lokal lainnya. Yang menjadi pembeda adalah, genre kami lebih ke arah metal modern, ditambah vokal clean serta unsur-unsur melankolis. Bukan tentang cinta tapi isyarat jiwa. Bukan sebuah kisi tapi ini murni dari nurani. Semoga musik kami diterima oleh pendengar musik keras!” (Mdy/MK01)

.

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY