Berbagai band keras ikut memeriahkan perayaan Record Store Day yang bakal berlangsung pada 21 April 2018 mendatang dengan berbagai rilisan spesial. Salah satunya Stone Sour yang telah berancang-ancang meluncurkan “Hydrograd Acoustic Sessions”, sebuah album mini (EP) yang memuat empat lagu dari album “Hydrograd” yang dimainkan dalam format akustik.

Lagu-lagu tersebut adalah “Song #3”, “Mercy”, “Rose Red Violent Blue” dan “The Witness Trees”, yang dikemas dalam bentuk piringan hitam (vinyl) 12” berwarna perak, serta format digital download.

“Hydrograd” sendiri dirilis pada 30 Juni 2017 lalu via label Roadrunner Records, direkam di Sphere Studios, di Hollywood Utara, California bersama produser Jay Ruston, yang sebelumnya pernah memoles album milik Anthrax dan Steel Panther.

Ide dasar sesungguhnya yang melatari konsep musik di album tersebut, menurut vokalis Corey Taylor, adalah melahirkan album rock and roll yang benar-benar ‘nendang’. Dan satu hal yang ingin ia tegaskan, bahwa selama ini banyak orang yang salah kaprah dalam menilai Stone Sour, yang melabeli mereka sebagai band metal yang memainkan musik rock and roll. “Padahal justru sebaliknya,” cetusnya lewat press release resmi yang dirilis pihak label.

Sebenarnya, setelah merilis album berkonsep ganda yang dirilis terpisah, yaitu “House of Gold & Bones” pada 2012 dan 2013, Stone Sour berniat merilis tiga album mini (EP) yang berisikan lagu-lagu cover (dua di antaranya yang berjudul “Meanwhile in Burbank” dan “Straight Outta Burbank” sudah dirilis). Namun di tengah jalan, rupanya Corey Taylor, Josh Rand (gitar), Roy Mayorga (dram), Johny Chow (bass) dan Christian Martucci (gitar) merasa lebih bergairah menggarap lagu-lagu baru ketimbang mengolah album cover lagi.

Dan berbeda dibanding album “House of Gold & Bones” yang sangat konseptual, kali ini Corey dan personel lainnya benar-benar hanya ingin melahirkan sebuah album rock yang lebih lepas. Sebab saat menggarap “House of Gold & Bones”, Corey merasa ia terlalu ambisius, sangat menguras kreativitas, melelahkan dan kehilangan sisi kesenangannya.

Sejak Stone Sour merilis album self-tittled debutnya pada Agustus 2002, pamor band ini langsung melonjak dan bahkan berhasil tercatat di daftar nominator Grammy Award untuk kategori “Best Metal Performance”. Dan album “Come What(Ever) May” yang dirilis empat tahun kemudian mencetak performa terbaik Stone Sour, bertengger di peringkat lima besar terlaris di Amerika Serikat dan kembali menbuahkan nominasi Grammy lewat single “30/30-150”. Video-video musik dari beberapa single yang diluncurkan untuk promo album ini kini sudah ditonton lebih dari 44 juta pasang mata di kanal YouTube.

Stone Sour dibentuk di Des Moines, Iowa pada 1992, namun bubar lima tahun kemudian. Awal tahun 2000 dihidupkan lagi dan bertahan hingga hari ini. Sebelumnya, Stone Sour pernah diperkuat oleh Joel Ekman (dram), Shawn Economaki (bass) dan Jim Root (gitar) yang masing-masing keluar dari grup pada 2006, 2011 dan 2014. Corey Taylor sendiri, sampai saat ini, juga tergabung di band metal Slipknot. Setelah self-tittled dan “Come What(ever) May”, Stone Sour juga sudah merilis album “Audio Secrecy” (2010), “House of Gold & Bones – Part 1” (2012), “House of Gold & Bones – Part 2” (2013), dua album mini berisi lagu-lagu cover version, yaitu “Meanwhile in Burbank…” dan “Straight Outta Burbank…” (2015) serta dua album konser bertajuk “Live in Moscow” (2007) dan “Live at Brighton”  (2012). (MK03)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY