Sebuah proyek solo yang dieksekusi dalam format band bernama Sylviana baru saja merilis single terbarunya yang bertajuk “Himakala”. Adalah musisi bernama Andhika Sylviana Putra yang menggagas lahirnya Sylviana pada 2016 lalu. Ia berada di balik kibord sekaligus mengemban tugas sebagai penarik suara, dibantu oleh Dea (vokal latar), Haru (gitar), Marvin (bass) dan Erick (dram). Inspirasi lagu-lagu Sylviana sendiri diserap dari alam, kehidupan sosial, dan dari perasaan melankolis dan sentimental, yang dialirkan lewat bahasa melancholic rock dan alternative rock.

Lirik “Himakala” sendiri – yang sudah bisa didengarkan via berbagai gerai digital seperti Spotify, iTunes dan platform lainnya – mencerminkan tentang seseorang (pria) yang pergi ke alam bebas untuk menghilangkan memori yang pernah tercipta dengan seseorang (perempuan) dan perenungan tentang semua hal yang terjadi di masa lalu. Kata “Himakala” berasal dari kata ‘hima’ yang berarti kabut atau gelap dan ‘kala’ yang berarti di saat.

“Jadi ide awal waktu membuat ‘Himakala’,” ungkap Andhika kepada MUSIKERAS, “(terjadi saat saya) sedang melakukan perjalanan sendiri ke kawasan Rancaupas, Bandung. Tempat dimana saya melepas penat dan pikiran di saat masalah urban dan hubungan melanda.”

Durasi penggarapan “Himakala”, lanjut Andhika lagi, berlangsung cukup lama. Sekitar satu bulan. Karena lagu tersebut lebih bernuansa energetik dan liriknya mengandung makna yang dalam. Sementara sebelumnya Andhika terbiasa membuat lagu yang mood-nya slow rock atau pop.

Selain itu, teknis rekaman “Himakala” yang diciptakan pada 2017 lalu tersebut juga sempat mengalami beberapa kendala. Terutama saat mengeksekusi mixing. “Dikarenakan achievement dari lagu ini datang dari perbedaan persepektif dari setiap anggota band dalam menanggapi musik yang energetik. Terutama pemilihan reverb pada tom dram yang menuai tanggapan. Ada yang berpendapat terlalu banyak reverb, tapi beberapa berpendapat reverb yang digunakan sesuai dan sebagainya. Tapi seiring berjalanya waktu, kami sebagai band akhirnya berhasil mendapatkan tone dan elemen yang sesuai untuk diaplikasikan pada lagu ini.”

Konsep melancholic rock dan alternative rock dalam “Himakala” diramu Sylviana dari dua hal. Secara musikal, mereka banyak terinspirasi karya-karya Steven Wilson, baik yang solo maupun bersama bandnya, Porcupine Tree. Juga dari Radiohead, Sigur Ros, Tame Impala serta dari band lokal seperti Efek Rumah Kaca. Hal kedua, membangunnya dari isu-isu kepribadian dan lingkungan. Seluruh karya, baik lirik maupun komposisi, dibuat oleh Andhika dengan kepribadian yang melankolis dan lebih suka berkelana sendirian saat melakukan perjalanan musikal, sambil memperhatikan kondisi lingkungan sekitar. Maka terjadilah karya yang dihasilkan oleh Sylviana itu sendiri.

Setelah “Himakala” yang dalam waktu dekat bakal dijadikan sebagai backing track video teaser BMW G310gs di Indonesia, Sylviana akan mengalihkan konsentrasi ke penggarapan album mini (EP) berisi lima lagu – termasuk “Himakala” – yang kemungkinan dirilis pada akhir Juli 2018 mendatang. Saat ini, semua lagu telah memasuki tahapan mixing. (Mdy/MK02)

.

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY