Bergulat di skena musik yang ekstrim dan tersegmentasi memang membutuhkan kerja keras dan kreativitas ekstra yang tentunya menguras tenaga dan pikiran. Tapi jalan itulah yang dipilih Bless the Knights, sebuah unit progressive metal modern asal Jakarta. Mengambil momentum perayaan hari jadi ketiga mereka serta perilisan album terbarunya, “Dunamous”, band yang kini dihuni formasi mrfritzfaraday (gitar/bass/vokal clean), Olgie Alvianus (gitar), Rad (vokal) dan Opic (dram) ini pun merancang dan menggelar sejumlah aktivasi yang bermuatan misi positif, khususnya untuk perkembangan skena musik progresif di Tanah Air.

Salah satunya yang baru saja selesai digelar, yakni sebuah event festival bertajuk “Knights Fest” yang berlangsung di kawasan Klender, Jakarta Timur, pada 22 April 2018 lalu. Di hajatan yang juga melibatkan beberapa band cadas seperti Piston, Down For Life, Slapitout, Kraken, Crows As Divine, Soulare dan IXIA tersebut digelar sebagai penasbihan dirilisnya “Dunamous” secara resmi.

Selain “Knights Fest”, mrfritzfaraday yang menjadi motor penggerak utama Bless the Knights juga menginisiasi tercetusnya “Knights League” serta “Knights Gigs” yang ditekadkan bakal menjadi event mini bulanan menuju “Knights Fest” berikutnya. Ketiga event tersebut, menurut Fritz, diharapkan bisa menjadi ‘rumah’ bagi musisi metal progresif modern yang masih kesulitan untuk menemukan wadah spesifik yang bisa mengakomodasi kebutuhan manggung mereka.

“Sebenernya simpel aja, berawal dari kegalauan hati dan rasa iri (yang) positif sama temen-temen bule gue di Facebook, yang bisa manggung bareng temen-temennya yang se-genre, yang main modern progressive metal semuanya. Sementara gw di Indonesia belum punya yang begitu. Mungkin karena ngeliat ‘Tech-Fest’ di Inggris yang menampilkan band-band modern metal semua. Gue sih pengen membuatkan ‘rumah’ buat skena modern metal di Indonesia yang sepenglihatan gue sih belum punya itu. Yah, let’s see… semoga ‘Knights Fest/League/Gigs’ bisa berguna buat temen-temen yang punya karya tapi belum tahu where to play,” urai Fritz kepada MUSIKERAS, beralasan.

Oh ya, album “Dunamois” sendiri digarap Bless the Knights masih dengan pendekatan modern progresif metal yang dibalut tone gitar ‘djent’ yang lebih kental. Mengedepankan detail beat yang groovy, reff yang catchy namun di sisi lain tetap menampilkan ciri khas progresif rumit nan matematis a la Bless the Knights.

Menurut Fritz, album kedua beramunisi sembilan lagu – di antaranya ada tiga komposisi instrumental – tersebut ia garap dengan pendekatan konsep yang diusahakan seoriginal mungkin. “Di album ‘Dunamous’ ini gue mencoba seoriginal mungkin dalam menciptakan riff atau solo gitar sekali pun, lebih ke… gimana menerapkan humming voice di hati atau telinga gue ke fretboard gitar, atau lebih jauh ke dalam lagu itu sendiri.”

Lalu, di samping itu, di beberapa komposisi, Bless the Knights juga mencoba menghadirkan nuansa berbeda dengan menyisipkan efek sinematis dan elemen dubstep di sana-sini. Tujuannya, menurut Fritz lagi, adalah untuk mengisi ruang di lagu-lagunya, sekaligus menaruh esensi di bagian-bagian musik dari lagu itu sendiri.

“Mungkin menilik balik ke musik-musik prog metal modern kekinian, yang banyak banget menggunakan efek semisal bass drop, reverse cymbal, dan lain-lain untuk memberikan kejutan-kejutan. Gue belajar bahwa musik itu nggak hanya audio akan tetapi bagaimana memainkan sisi visual si pendengar juga supaya ketika mereka dengerin lagunya Bless the Knights, mereka bisa seakan-akan ngebayangin live performance-nya atau ngerasain aura headbanging di saat bass drop-nya bunyi.”

Cikal bakal Bless the Knights terbentuk pada 2009, digagas oleh Fritz dengan nama awal Blitzkrieg. Setahun kemudian merilis album debut ber-genre metal progresif bertajuk “Energy of Anger”. Awal 2016, nama Blitzkrieg lantas diubah menjadi Bless the Knights, yang juga dijadikan judul album keduanya. Salah satu lagu di album tersebut, yakni “Surrounded by Idiots”, menghadirkan permainan gitar dan bass dari Eet Sjahranie (edane) dan Arya Setyadi (Voodoo, Wolfgang). Pada 2016, Bless the Knight masuk nominasi AMI Awards untuk kategori “Karya Metal Terbaik”.

Target Bless the Knights berikutnya adalah mencoba menebar virusnya ke level internasional. Kini, mereka mulai merancang tur Asia untuk mempromosikan “Dunamois” yang dirilis via label independen asal Hongkong, Nowed Records, yang sekaligus menjadi publisher internasional dari karya-karya terbaru Bless the Knights. Saat merilis album self-titled, Bless the Knights juga berkolaborasi dengan label independen luar, yakni Shredguy Records yang berbasis di Amerika Serikat.

Nowed Records sendiri juga merupakan event organizer yang pernah mendatangkan band-band pentolan modern progressive metal seperti Protest The Hero, Animals as Leaders dan Whitechapel ke negaranya. Bahkan pernah pula menggelar tur dari salah satu band metal Indonesia, Revenge di Hongkong. Keberadaan mereka diharapkan bisa menempatkan musik Bless the Knights di area yang tepat dan juga membuka peluang ke skala yang lebih luas. (Mdy/MK01)

.

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY