Dari belantara skena musik independen Samarinda, Kalimantan Timur, Murphy Radio menohok ke level internasional dengan menjuarai kompetisi “Planetrox Indonesia 2018” yang digelar di sebuah cafe di Jakarta, pada 10 Mei 2018 lalu. Melalui sesi live audition, unit trio instrumental rock tersebut berhasil menyingkirkan empat band finalis lainnya, yakni The Badminton, S.A.M Site, Kraken dan Stereowall yang keseluruhan berasal dari Pulau Jawa.

Murphy Radio sendiri nekat terbang ke Jakarta di tengah proses rekaman album perdana, sebuah langkah berisiko yang biasanya jarang diambil oleh band-band daerah seperti mereka. Sistem penilaian yang terbagi 75% dari para juri – Ezra Simanjuntak, PJ Panji dan Simon Gaudry – dan 25% dari voting penonton tidak membuat mereka gentar untuk datang dan berkompetisi.

Karena para personelnya, yakni Wendra (gitar), Amrullah Muhammad (dram) dan Aldi Yamin (bass) mendekap keyakinan dan semangat tinggi untuk memenangi “Planetrox Indonesia 2018”. “Menurut kami, yang paling utama adalah eksplorasi musik yang kami miliki dan kemampuan mengatasi masalah di panggung, serta semangat teman-teman di Samarinda yang menyertai kami terbang ke final Planetrox Indonesia di Jakarta,” cetus Murphy Radio kepada MUSIKERAS, sarat semangat.

Planetrox merupakan kompetisi musik yang berlangsung di 10 negara, yaitu Kanada, Amerika Serikat, Perancis, Inggris, Jerman, Meksiko, Ceko/Slovakia, Jepang, Cina dan Indonesia. Pemenang dari setiap negara berkesempatan untuk tampil dalam festival musik “Envol et Macadam” yang diselenggarakan pada September 2018 mendatang di Kota Quebec, Kanada.

Murphy Radio sendiri kini sudah menyiapkan penampilan all out saat tampil di Envol et Macadam nanti. “Kami akan mempersiapkan penampilan yang maksimal dan beberapa konsep yang belum pernah kami terapkan di penampilan kami selama ini,” tandas mereka.

Sementara menanti momen berharga tersebut, Murphy Radio juga segera merampungkan proses rekaman albumnya, yang kini sudah memasuki sesi pengisian gitar. “Konsep musik di album perdana ini masih seperti single ‘Sports Between Trenches’, membentuk emosi dan cerita dari aransemen yang dirangkai. Kami juga berniat menyelipkan lirik untuk satu atau dua lagu, yang rencananya akan dinyanyikan oleh Wendra.”

Murphy Radio terbentuk pada akhir 2013 lalu, yang pada dasarnya hanya untuk menghabiskan waktu senggang, dan baru benar-benar aktif dua tahun kemudian. Sepanjang tahun, formasi Murphy Radio banyak mengalami proses bongkar pasang personel serta warna musik. Hingga pada Mei 2016, format math-rock pun dipilih sebagai genre utama.

“Math-rock sendiri sudah ramai dimainkan di luar negeri. Sejarahnya pun cukup panjang, dimana math-rock adalah hasil turunan dari punk, jazz, emo dan rock itu sendiri. Untuk referensi, kami sangat terbantu oleh media (luar) yang memfokuskan diri untuk hal ini, yakni Fecking Bahamas dan Musical Mathematics,” urai Murphy Radio mempertegas.

Pada Agustus 2016, Murphy Radio merilis album mini (EP) bertajuk “Naftalena”, yang lantas disusul dengan single “Sports Between Trenches” pada November 2017. Saat merilis single tersebut, Murphy Radio masih diperkuat dramer Akbartus Ponganan, yang kini telah digantikan oleh Amrullah.

“Kami mengambil langkah terpisah dengan Akbar, karena fokus pada studinya. Ini adalah langkah yang cukup dilematis buat kami, karena Akbar adalah salah satu membangun Murphy Radio dari era awal.” (Mdy/MK01)

.

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY