Sambil menggarap materi album solonya, gitaris rock Ambang Christ baru saja meluncurkan single pemanasan bertajuk “Fight For Glory”, sebuah komposisi instrumental berorientasi gitar yang ia didedikasikan untuk mendiang ayahandanya yang meninggal dunia pada Desember 2017 lalu.

Awalnya, “Fight For Glory” diluncurkan Ambang dalam format video musik melalui kanal YouTube, yang ia garap di Gunung Papandayan, Garut selama dua hari bersama sutradara Ressy Elang Andrian. Dan sejak 6 Mei 2018 lalu, lagu tersebut juga sudah bisa didapatkan melalui berbagai gerai platform digital seperti iTunes, Joox, Spotify dan lainnya.

“Fight For Glory” sendiri mulai ditulis Ambang pada pertengahan 2017 dan rencana awalnya bakal dirilis pada tahun itu juga, ketika sang ayah masih ada. Lantaran video musiknya belum rampung, gitaris yang juga tercatat sebagai musisi additional di grup rock Powerslaves tersebut memutuskan untuk menunda jadwal perilisannya selama beberapa pekan. Namun nasib berkehendak lain. Sang ayah menghembuskan nafas terakhirnya di penghujung 2017 sebelum “Fight For Glory” sempat dipublikasikan. Akhirnya, Ambang pun memilih 29 April lalu sebagai momen perilisan singlenya, yang merupakan tanggal ulang tahun sang ayah.

“Bangun tidur, langsung teringat bapak, kemudian muncul ide buat bikin musik. Kebetulan ada teman, saya ajak dia ngiringin saya main gitar sambil direkam pakai handphone. Tema dan bagan lagunya langsung jadi saat itu juga. Pas bikin lagu ini saya melihat sosok ayah yang berjuang untuk keluarganya,” ulas Ambang mengenang.

Menurut Ambang, “Fight For Glory” ia kemas dalam balutan rock balada yang diberi sentuhan elemen-elemen rock progresif yang sedikit banyak terpengaruh oleh Andy Timmons (eks Danger Danger) dan John Petrucci (Dream Theater). Kendati demikian, Ambang juga mengaku, ide awal lagu ini justru muncul ketika dia mendengarkan sebuah lagu gospel.

Selama proses rekamannya, penggemar Paul Gilbert (Mr. Big) dan Nuno Bettencourt (Extreme) ini memaksimalkan penggunaan sebuah gitar custom yang ‘dilabeli’ seri ACR1000, dipadukan dengan preamp Rocktrone yang dikombinasi dengan distorsi dari efek custom yang dirancang sendiri. Ambang juga dibantu oleh kibordis band The Winner, Rio Ricardo untuk isian kibordnya serta Deddy Kalis untuk mixing dan mastering yang dieksekusi di Palu, di studio milik produser dan gitaris Pay Siburian (BIP/eks Slank).

Setelah “Fight For Glory”, Ambang rencananya bakal menindaklanjutinya dengan merilis single kedua sebelum ditutup dengan peluncuran album debutnya. “Sejauh ini sudah ada delapan lagu, dan ada dua lagu dimana aku nyanyikan sendiri. Untuk materi album kurang lebih sama seperti yang sudah aku luncurkan, ada bumbu rock progresif,” ungkap Ambang kepada MUSIKERAS, memberi bocoran.

Rencananya, jika tak ada aral melintang, Ambang yang kini juga masih tercatat sebagai gitaris band rock U9 yang dihuninya sejak 2007 bakal melrilis album solo debutnya itu tahun ini juga. (Mdy/MK02)

.

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY