Dengan menggabungkan pengaruh-pengaruh dari para pejuang hardcore dunia seperti 100 Demons, First Blood, Wolf Down, Terror, Unregenerate Blood dan turunannya, unit hardcore asal Surabaya, Hold menjajal sekaligus menasbihkan formasi terbarunya lewat peluncuran sebuah single lepas bertajuk “Intolerance”. Ya, single ini rencananya tidak akan dimasukkan ke dalam album terbaru Hold nanti.

Selain ditayangkan di kanal YouTube, “Intolerance” juga bakal dirilis dalam format digital di berbagai platform, plus rilisan fisik yang akan dipaketkan dengan beberapa merchandise kaos.

“Intolerance” sendiri digarap berselang sekitar dua tahun setelah Hold melepas album debutnya, “All Of This Pain” pada 2016 silam. Kini, Hold merekam single baru tersebut dengan formasi Isnanda (gitar), Hamim (gitar), Fritz Joe (bass), Rama (dram) yang telah diperkuat vokalis terbarunya, Dwi “Ipung” Purnama (mantan vokalis Climaxeth) yang direkrut pada awal 2018 lalu. Sebelumnya, lini vokal diisi oleh Dede Yoga yang mengundurkan diri pada pertengahan 2017 untuk berkonsentrasi pada kehidupan berkeluarga.

Formasi baru tentu saja juga membawa pengaruh baru dalam pengolahan lagu. Pengisian vokal kali ini, menurut pihak band, lebih gelap dan dilebur dengan sound yang lebih berat. “Kemajuan yang kami rasakan cukup terasa ketika berganti vokal. Mulai dari karakter vokal lebih berat, yang bisa dikatakan sedikit metal dan juga perubahan karakter dari segi sound gitar yang lebih garang dibanding album debut kami sebelumnya. Di sini kami lebih dewasa dalam penggarapan materi dan penulisan lirik yang bertemakan isu-isu politik dan sosial yang ada di negara ini,” ulas pihak Hold kepada MUSIKERAS, menegaskan.

“Intolerance” yang direkam di studio Inferno, Surabaya dan Griffin Studio, Malang untuk proses mixing dan mastering, memuat lirik protes sosial yang menyoroti maraknya umpatan dari kemirisan dan kemarahan serta kata-kata provokasi untuk saling menghakimi yang menyebabkan hilangnya kedamaian serta kehidupan bermasyarakat yang saling menghargai satu sama lain.

Hold terbentuk pada pertengahan 2011, yang berawal sebagai proyek band dari Defri (Wolf feet). Pemberian nama Hold sendiri merupakan ide dari Dede Yoga yang berfilosofi menginginkan band ini tetap bertahan dan berkarya meskipun seluruh personelnya sudah menua. Setelah “Intolerance”, para personel Hold mengungkapkan kini sudah menjalani proses pra-produksi menuju perilisan album penuh kedua.

“Kami sudah mulai penggarapan materi track by track di studio.Ya mudah-mudahan kalau lancar dan tidak ada halangan tahun ini kami akan masuk studio rekaman untuk merekam semua materi yang telah kami tulis,” cetus pihak Hold menjanjikan. (Mdy/MK02)

.

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY