Dengan tujuan untuk memajukan para gitaris lokal berbakat yang belum mendapat sorotan dari khalayak, kompetisi gitar bergengsi di Indonesia yang sudah mendunia, “Ibanez Flying Fingers” (IFF) pun kembali digulirkan oleh PT Mahkota Musik Indonesia (MMI) selaku distributor Ibanez di Indonesia. Ini merupakan penyelenggaraan kelima kalinya, dan kembali melibatkan juri bertaraf internasional. Keseluruhan video peserta IFF 2018 nantinya akan dinilai oleh juri Martin Miler (Jam Track Central) dan Tom Quayle.

Namun kali ini ada yang berbeda dari segi persyaratan peserta. Khusus di penyelenggaraan 2018 ini, para peserta diharuskan mengunggah rekaman video penampilannya di media sosial Instagram. Sementara itu, backing track yang bakal menjadi ‘kendaraan’ peserta untuk memamerkan kemampuannya, kali ini dibuat oleh Akbar Djie, gitaris yang dipilih sebagai Juara 1 IFF 2017 oleh juri Paul Gilbert.

Oh ya, para peserta sudah bisa mulai mengunggah videonya sejak 8 Juni 2018 lalu dan bakal berakhir pada 15 Juli 2018. Setelah itu, penentuan pemenang akan diumumkan pada 1 Agustus 2018. Untuk info lebih detail mengenai tata cara mengikuti kompetisi IFF 2018 ini, silakan temukan di www.bermusik.co.id/flyingfingers2018.

Dan ya, seperti penyelenggaraan tahun sebelumnya, hadiah yang diberikan penyelenggara tentunya sangat menarik. Pemenang Juara 1 IFF 2018 akan mendapatkan hadiah berupa sebuah gitar terpopular Ibanez saat ini, yakni tipe AZ yang saat ini dibanderol di angka Rp. 20 juta di pasaran. Selain itu, Juara 1 juga bakal mendapat kesempatan diberangkatkan ke luar negeri untuk bertemu dengan maestro gitaris dunia, Andy Timmons. Sementara itu, hadiah untuk Juara 2 dan Juara 3 masing-masing akan memboyong gitar Ibanez RG Indo dan Ibanez GRX. Selain itu, untuk Juara Favorit akan dihadiahkan sebuah gitar Ibanez TS Mini serta strap gitar Ibanez.

IFF sendiri sudah memasuki penyelenggaraan tahun kelima, dan sejauh ini telah diikuti sebanyak 1220 peserta selama empat kali penyelenggaraan. Nama “Ibanez Flying Fingers” sendiri baru diterapkan pada 2016 (menggantikan nama sebelumnya, Flying With Ibanez) agar lebih mendunia. Pola kompetisi yang dipelopori oleh Ibanez Indonesia tersebut lantas diadopsi oleh negara-negara lainnya seperti Cina, Amerika, Jepang, Korea, Jerman, Spanyol hingga Australia.

“Pada awalnya acara ini bernama ‘Flying With Ibanez’ yang diadakan di Indonesia pada 2014 lalu. Karena kompetisi tersebut berjalan sukses, akhirnya pihak Hoshino Gakki Japan berminat untuk menyelenggarakan acara serupa di beberapa distributor dari berbagai belahan negara di dunia dan mengubah namanya menjadi Ibanez Flying Fingers,” ungkap Ade Himernio, selaku Marcomm Manager PT MMI.

Nah, buat para ‘pejuang gitar’ di Tanah Air, tunggu apa lagi? Segera buktikan kemampuan kalian kepada dunia lewat IFF2018! (*)

.

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY