Sampai hari ini, pentas metal terbesar di Asia Tenggara, Hammersonic Festival telah mengumumkan lebih dari 20 band cadas dari mancanegara maupun dalam negeri yang bakal menggetarkan perhelatan mereka di Pantai Carnaval, Ancol, Jakarta, 22 Juli 2018 mendatang. Mulai dari In Flames, H2O, Brujeria, Revocation, Vital Remains, Dead Kennedys, Escape the Faith, Deadsquad, Koil, Down For Life, Noxa, Getah, Straightout, Funeral Inception, Tcukimay hingga Holykillers.

Dan kemarin, satu lagi headliner mengerikan dipastikan juga bakal ambil bagian di pesta musik keras garapan Revision Live tersebut. Ya, seperti yang sudah tersiarkan di media sosial Hammersonic dan langsung menghebohkan jagat metal lokal, ‘The Lord of Darkness’ Ihsahn juga bakal hadir menghembuskan kegelapan metal.

Ok, siapa Ihsahn?

Bisa dipastikan, pelaku metal era awal ‘90an, terutama yang mengikuti perkembangan black metal di skena dunia, pasti tak asing dengan sosok Ihsahn. Gitaris, vokalis dan musisi multi-instrumetalis yang bernama asli Vegard Sverre Tveitan) ini adalah pencetus lahirnya Emperor, unit black metal legendaris asal Norwegia yang sangat berpengaruh – yang telah menancapkan cetak biru konsep black metal satanik seperti yang bisa didengarkan lewat album klasik “In The Nightside Eclipse” (1995) “Anthems To The Welkin At Dusk” (1997). Setelah Emperor bubar pada 2001, Ihsahn lantas menjalani karir solo dan sejauh ini sudah menelurkan sebanyak tujuh album studio. Yang terbaru bertajuk “Amr” yang diedarkan via Candlelight Records pada 4 Mei 2018 lalu.

Dan seperti virus mematikan yang telah ia wabahkan lewat Emperor, kegelapan juga tetap menjadi tema utama album-album Ihsahn. Walau kini, kadar itu disuguhkan lebih variatif, sedikit menyentil ruang avant-garde berkat sentuhan berbagai pengaruh dari elemen musik lain. Lewat siaran pers resminya, Ihsahn mengakui memang selalu mempunyai kecenderungan ke situ. “Saya tak pernah merencanakan musik yang lebih melodik atau yang mudah dicerna orang. Namun karena tumbuh di era metal ‘80an, saya mendapatkan pengaruh elemen musik yang sangat lebar. Jadi kerap kali saya justru tergiring ke penerapan elemen yang kontras!”

Nah, tak sabar untuk segera menyaksikan sosok Ihsahn berdiri di panggung Hammersonic. Sampai jumpa di Pantai Carnaval, Ancol! (*/MK03)

Kredit foto: Bjørn Tore Moen

.

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY