Berawal dari refrensi film dan literasi yang mereka tonton menggiring inspirasi Lowres untuk menjadikannya karya lagu. Sebuah single bertajuk “OSE” yang telah dirilis mengajak orang-orang yang mendengarkannya untuk merasakan apa yang mereka ciptakan dengan tema abstrak berkisah tentang Schizophrenia.

“Tema ini dipilih karena mewakili ide-ide kami yang menggambarkan kisah psikologis dan spiritual. ‘OSE’ sendiri diambil dari nama setan pada cerita Paganisme yang diciptakan untuk membuat manusia hilang akal. Karena namanya singkat dan mudah dihafal maka tercetuslah judul single ini,” ungkap Lowres kepada MUSIKERAS.

Band asal bandar Lampung yang baru terbentuk pada 2017 lalu ini lantas membalut “OSE” dengan aransemen rock yang sarat penerapan tempo cepat, elemen sound fuzz dan muff yang kental sehingga “OSE” menjadi pembangkit atmosfer di setiap panggung yang mereka sambangi.

“Referensi dari musik kami sendiri lebih memilih genre dari band-band yang memainkan aliran heavy rock, stoner rock, psychedelic rock, dan lain-lain yang berkaitan dengan genre tersebut, seperti Black Sabbath, Led Zeppelin hingga Pink Floyd,” cetus mereka lagi, mempertegas.

Triga Irvanda (vokal/gitar), Bobby Zoel (bass), Arif Suranto (dram) dan Hafidz Naufal (gitar) menggarap rekaman “OSE” di Nol Kilometer Studio, dan menghabiskan waktu tiga hari untuk merampungkannya. Mereka memilih metode rekaman live untuk mengeksekusi “OSE” dengan alasan lebih mudah mendapatkan ‘feel’-nya saat bermain live.

“Kendala besar pada saat perekaman single ini tidak ada, namun saat proses rekaman kami mengalami sedikit kesulitan saat menyatukan lirik dengan aransemen yang telah dibuat, dan kami juga mengerjakannya hingga larut malam dikarenakan berbenturan dengan jadwal personel masing-masing. Bersamaan dengan perilisan single ‘OSE’, kami juga merilis video musik yang berkolaborasi dengan Manasuka Films.”

Lowres terbentuk diawali pertemuan Triga, Bobby dan Arif dalam satu kampus. Ketiganya mempunyai kesamaan minat dalam dunia musik sehingga terpikirkanlah untuk membentuk sebuah band. Seiring waktu berjalan, Arif lantas memperkenalkan temannya yang bernama Hafidz yang kebetulan juga mempunyai ketertarikan yang sama dengan personel Lowres lainnya. Kata ‘Lowres’ sendiri merupakan singkatan dari ‘low-respon’ yang mereka ciptakan untuk membuat para pendengarnya memberikan hal yang bertolak belakang dari kata tersebut yaitu ‘fast-respon’ dalam karya-karyanya. “Nama tersebut disematkan juga karena dalam pengucapannya terbilang sangat simpel.”

Setelah perilisan single “OSE”, Lowres berencana segera menggarap album mini (EP) atau mungkin sebuah album penuh. “Karena single kami sebelumnya, ‘Shammar’ dan ‘OSE’ memang dimaksudkan untuk lebih mengenalkan sedikit tentang Lowres.” (mdy/MK02)

.

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY