Momentum perayaan 10 tahun perjalanan karirnya, sejak terbentuk pada 2008 silam, menjadi momentum bagi unit post-hardcore asal Surabaya, Vinily untuk kembali melahirkan karya rekaman. Jika berjalan lancar, Oktober 2018 mendatang mereka akan kembali meluncurkan sebuah album mini (EP).

Dan sebagai pemanasan, belum lama ini, Vinily yang diperkuat formasi Ino (vokal), Rambo (gitar), Hock (bass/vokal clean) dan Edo (dram) telah mendahuluinya dengan merilis single baru bertajuk “Fase” yang telah diedarkan via berbagai kanal digital, seperti Soundcloud dan YouTube. Sebuah sinyal keras yang menandakan mereka sudah siap untuk kembali memekakkan ranah permusikan indie, khusunya di Surabaya dan kota-kota lainnya.

Lewat “Fase” ini pula, Vinily sekalian melakukan sedikit pengembangan konsep musik, dimana sentuhan yang modern cukup kental membalut komposisinya. Walau pun referensi tetap berkisar pada band-band post-hardcore macam TDWP, Saosin, Silverstein, Underoath hingga Alexisonfire. “Bisa dibilang ini warna baru untuk Vinily, semenjak bergabungnya gitaris baru kami, Rambo,” ungkap pihak band kepada MUSIKERAS, menegaskan.

“Jadi dari materi-materi, karakter sound dan riff, sedikit berubah ke arah yang lebih modern, biar terasa lebih segar dan gahar. Dari segi karakter vokal juga sangat berbeda dibanding lagu-lagu sebelumnya, dimana raungan pada lagu ini akan terasa lebih beringas. Tapi dari segi lirik tetep pada karakter Vinily yang ringan dan mudah dibuat sing along,” lanjut mereka lagi.

Penggarapan rekaman “Fase” – dimana liriknya bercerita tentang perjuangan mempertahankan Vinily sampai sekarang – digarap cukup cepat. Mereka hanya membutuhkan waktu dua hari, termasuk mixing dan mastering yang dieksekusi di studio Rambpage, yang tak lain merupakan milik gitaris mereka sendiri.

“Jadi lebih santai pengerjaannya. Alhamdulillah semua berjalan dengan lancar. Bikin lirik pun pas waktu lagu kelar semua, cuma lima menit,” seru Vinily meyakinkan.

Vinily sendiri terbentuk pada akhir 2008 silam yang berawal dari sebuah lingkup pertemanan. Sempat diperkuat enam personel, sampai pada akhirnya mereka memutuskan untuk jalan berempat dengan nunsa yang lebih fresh. Pada 2012, Vinily pernah merilis album mini (EP) pertama berjudul “State of Mind” yang didistribusikan dalam format cakram padat (CD). Lalu empat tahun kemudian, Vinily sempat melahirkan sebuah single bertajuk “Passion” yang hanya dirilis dalam format digital. (mdy/MK01)

.

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY