Sejak menggeliat pada 10 Oktober 2015 lalu, lantas merilis dua single sekaligus pada Februari 2017, unit metalcore asal Jakarta IXIA merasakan pengembangan kedewasaan dalam proses kreatif yang cukup signifikan. Tak hanya dalam penuangan lirik, namun juga dalam konteks pemilihan sound. Di tangan mereka, metalcore menjadi jauh lebih lebar dan lentur.

Seperti yang tertuang di single terbaru mereka, “Metamorph”, yang telah diluncurkan resmi sejak awal Juli 2018 lalu. “Musik ‘Metamorph’ sangat berbeda dibanding single sebelumnya,” cetus pihak IXIA kepada MUSIKERAS. Oh ya, dua single IXIA yang dirilis tahun lalu masing-masing berjudul “Generation” dan “Restless”, beredar via berbagai platform digital seperti Spotify, Deezer, Amazon Music dan lain-lain.

Lirik “Metamorph” sendiri menceritakan tentang seseorang yang kerap mencari kebahagiaan dalam hidup. Namun, seiring berjalannya waktu ia pun sadar bahwa kebahagiaan sempurna hanya datang dari dalam diri. “Dalam segi lirik, IXIA menekankan pada aspek emosional yang cukup kental dan ‘ngena’ banget buat yang dengerin,” urai IXIA lagi menambahkan.

Nah, untuk mengantarkan pesan lagu itu ke jantung pendengar, IXIA yang kini dihuni formasi Dimas (vokal), Ugie (gitar), Hamdy (gitar), Faisal (dram) dan personel terbaru, Vito (bass/vokal clean) membalutnya dengan iringan metalcore bernuansa ambient sound yang cukup kental tanpa menghilangkan unsur distorsinya yang modern.

Band-band internasional berkarakter sejenis macam Northlane, Monuments, Volumes, Erra, Architects hingga Silent Planet menjadi sebagian sumber referensi IXIA dalam menggarap “Metamorph”, namun disusupi dengan isian bernuansa tradisional Indonesia. “Meskipun nggak gamelan banget tapi kayaknya masih berasa tradisionalnya.”

IXIA menggarap rekaman “Metamorph” selama kurang lebih dua bulan, karena harus diselingi dengan kesibukan-kesibukan lain para personel di luar urusan band. Bahkan sebenarnya, “Metamorph” sudah mulai mereka garap sejak tahun lalu, setelah merilis single pertama.

“Untuk prosesnya sendiri, awalnya kami buat draft mentah, lalu Dimas membuat tema dan lirik lagu, setelah itu kami matangkan lagi saat rehearsal. Setelah selesai semua baru kami proses rekaman yang serius, semua direkam di rumah masing-masing.”

Setelah peluncuran single “Metamorph” tersebut, IXIA akan memulai konsentrasi pada perampungan album debut yang rencananya bakal rilis akhir 2018 mendatang. Oh ya, sebelum menggunakan nama IXIA, band ini sempat memainkan genre deathcore saat masih mengibarkan nama Crime Of Violences. (mdy)

.

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY