Usai menjalani masa kevakuman, lalu beberapa kali proses pergantian formasi, membuat unit thrash metal asal Jakarta, Tremor hampir ‘mati suri’. Untunglah, semangat untuk berkarya tetap terjaga, walau kerap terjegal kesibukan-kesibukan lain para personelnya. 

Sejak 2016 lalu, Tremor telah menembakkan sinyal kehidupan ke udara, dengan meluncurkan album mini (EP) berjudul “Awal Kebangkitan”. Dari situ, kesolidan dalam tubuh Tremor perlahan terbentuk dan kini siap menunjukkan kembali keeksisannya lewat album baru bertajuk “Penguasa” yang dirilis via THINKdimensi. Dari album ini, Tremor melepas “Mati Suri”, single pembuka yang liriknya mengungkap kisah pribadi Rino, gitarisnya, yang pernah mengalami mati suri.

“‘Mati Suri’ gue buat tahun 2009. Sebenarnya itu lagu yang ditolak Betrayer dengan alasan nggak sesuai dengan karakter musiknya Betrayer,” ungkap Lilik “Iik” Wardiandi, vokalis dan gitaris Tremor, kepada MUSIKERAS. Ya, Iik sebelumnya memang pernah memperkuat band thrash metal legendaris, Betrayer dalam periode 2000 – 2006 dan 2009 – 2012.

“Akhirnya, (Mati Suri) gue jadiin materi lagu di album ‘Penguasa’. Tema (lirik) berdasarkan kejadian nyata gitaris Tremor, Rino yang sudah pernah mati suri sebanyak dua kali,” ulas Iik menambahkan.

Tapi di luar inspirasi nyata itu, menurut Iik, “Mati Suri” sendiri juga bisa dimaknai sebagai simbolisasi kondisi Tremor sejak dibentuk, hingga akhirnya tahun lalu mereka mulai bangkit lagi dan terus membuktikan eksistensinya di industri musik. “Kendalanya banyak, karena masing-masing personel punya kesibukan, jadi waktu penyelesaian album agak molor.”

Walau masih sarat terpengaruh keberingasan thrash metal dan death metal oldschool, namun Iik menegaskan pendekatan yang lebih modern dari segi sound di album “Penguasa” tersebut. Apalagi dengan masuknya dramer baru, Fhikal yang membuat aransemen musik Tremor lebih hidup. “Isian Fhikal sebagai dramer baru Tremor bisa langsung didengar, bukan dram ‘gambar’ seperti di EP ‘Awal Kebangkitan’.”

Saat menggarap “Penguasa” yang beramunisikan sembilan lagu, Iik, Rino, bassis Dikdik serta Fhikal cukup banyak mendapat bantuan dari berbagai rekan musisi. Antara lain dari Pipinx (Straightout) yang banyak memberi masukan teknis saat Tremor rekaman di Venom, studio milik Pipinx. Begitu juga dari Eko (bassis band pop Bunglon), dimana Iik menggunakan fasilitas studionya untuk rekaman vokal. Dukungan lain juga datang dari Sapto (eks Trauma), Didik (Denied), Frans (Satanic Bibble), Ridwan Gaes (Murder Killer) dan Uus, dramer Afercoma yang juga pernah memperkuat Tremor.

“Uus sebagai eks Tremor tetap keep contact, apa yang bisa dia bantu untuk kemajuan Tremor pasti bersedia, orangnya humble juga baik walau sudah tidak satu band lagi. Terus untuk Sapto, Didik Frans, Ridwan adalah teman-teman metalhead yang support vokal orasi di lagu ‘Penguasa’. Mereka dengan senang hati bantu buat kemajuan Tremor.”

Oh ya, sebelum merilis “Penguasa”, Tremor sempat pula menyumbangkan lagu bertajuk “Depresionisme” di album kompilasi “Musikeras Cracked It!” yang telah dirilis MUSIKERAS MAGZ dalam format cakram padat pada April 2018 lalu. (mdy/MK01)

.

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY