Pada 10 Agustus 2018 mendatang, motor penggerak utama unit rock Foo Fighters, Dave Grohl bakal merilis sebuah karya rekaman yang terbilang cukup unik. Sebuah rekaman dokumenter mini yang terdiri atas dua bagian, dimana Dave Grohl memainkan sebuah komposisi berdurasi 23 menit sendirian. Ya, benar-benar sendirian, memainkan tujuh alat musik yang dilibatkan di rekaman tersebut!

Karya rekaman ini diberi judul “Play” dan bakal diedarkan oleh Roswell Records/RCA Records dalam format digital. Juga bakal diproduksi dalam kepingan piringan hitam (vinyl) dengan jumlah sangat terbatas pada September 2018 mendatang. Bagi Dave Grohl, proyek ini merupakan bagian dari perjalanan hidupnya yang selalu siap menghadapi tantangan baru dan berkembang. 

“Menyaksikan anak-anak saya bermain musik dan belajar bernyanyi atau bermain dram menggiring saya ke masa kecil saya saat berusia seperti mereka, saat mendengarkan berbagai album rekaman, dan belajar dari mendengarkannya…. dan saat saya membawa anak-anak saya untuk mendapatkan les musik, saya melihat sebuah ruangan yang penuh dengan anak, yang berkutat berusaha menguasai (alat-alat musik tersebut). Dan bahkan sekarang pun, di usia saya yang ke-49, saya juga masih berusaha bisa melakukannya… sesuatu yang Anda tak pernah benar-benar bisa menguasainya. Anda akan selalu mengejar tantangan baru, dan Anda akan selalu mencari cara untuk berimprovisasi dengan apa yang telah Anda dapatkan,” urai mantan dramer grup grunge legendaris, Nirvana tersebut via siaran pers resminya.

Penggarapan “Play” sendiri juga disutradarai oleh Dave Grohl dengan bantuan Mark Monroe, teman kolaborasinya dari studio milik Dave, Sound City/Sonic Highways. Bagian pertama dari film dokumenter tersebut memperlihatkan narasi, sebuah diskusi mengenai kecintaan Dave terhadap musik serta pengenalannya terhadap alat musik. Lalu kemudian memperlihatkan proses rekaman yang sangat detail dan menantang. Dave memulai prosesnya dengan merekam keseluruhan isian dram tanpa panduan musik pengiring, panduan catatan atau pun partitur. Setelah itu memainkan isian buat gitar, bass, kibord dan seterusnya. Semuanya dilakukan Dave sendirian, selama 23 menit, dan dieksekusi secara live. Kalau pun ada,  ‘kesalahan-kesalahan’ kecil muncul hanya karena Dave merasa perlu membuatnya lebih baik.

“Play” sendiri difilmkan oleh Brandon Trost (The Disaster Artist, This is The End) dalam format hitam-putih, dengan pengaturan tata cahaya yang berusaha menonjolkan sisi dramatis dari kesibukan Dave Grohl saat rekaman.

Saat ini, Dave Grohl dan grupnya, Foo Fighters masih menjalani tur promo untuk album terbaru, “Concrete and Gold” yang telah dirilis sejak pertengahan September 2017 lalu via label Roswell Records/RCA Records.

Karir Foo Fighters berawal dari sebuah demo lagu yang direkam Dave pada 1994, setelah band yang turut membesarkan namanya, Nirvana, dinyatakan bubar. Album kedua Foo Fighters yang berjudul “The Colour and the Shape” (1997) merupakan album pertama yang menampilkan formasi band dengan direkrutnya Pat Smear dan Nate Mendel. Kemudian Taylor Hawkins bergabung tak lama setelahnya. Pada 1999, album “There Is Nothing Left to Lose” berhasil memenangkan penghargaan kategori “Best Rock Album” di Grammy Awards, sementara lagu “Learn to Fly” meraih penghargaan untuk kategori “Best Short Form Video”. Album keempat, “One by One” (2002) yang juga berhasil menyabet penghargaan Grammy untuk “Best Rock Album” menandai bergabungnya Chris Shiflett. (MK03)

Kredit foto: Andrew Stuart

.

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY