Kembali, beberapa pelaku senior dalam dunia musik – khususnya yang berlatar belakang rock – berkolaborasi untuk kedua kalinya, di bawah bendera bernama Ustadz Jamming. “MenungguMU (Menjadi Alunan Merdu)” adalah judul single kedua mereka, setelah sebelumnya telah memperkenalkan diri lewat single debut “Hingga Waktu” pada 9 Maret 2018 lalu.

Di lagu tersebut, sejumlah musisi yang dilibatkan adalah dramer Rere (Grassrock), bassis Ahmad Oktaviansyah, gitaris Didit Saad (Plastik), kibordis Indra Q (BIP/eks Slank), vokalis Yukie Arifin (PAS) dan Almarhum Krisna J. Sadrach. Lalu juga ada sumbangan vokal latar dari Iday Ismail dan Fianny Agatha. Sementara untuk eksekusi mixing dan mastering dipercayakan pada Indra Q.

Ustadz Jamming sendiri merupakan senandung nada dakwah damai, sebuah gagasan yang lahir dari wadah kolaborasi musisi yang dikumpulkan oleh Halaqah Kreatif, sebuah komunitas pengajian para pekerja kreatif di Jakarta. Terbentuk atas dasar konsep untuk menyatukan perbedaan, dengan mengumpulkan beberapa musisi dan berbagai komponen untuk memainkan lakon sebagai penyampai pesan-pesan moral melalui bahasa universal yang paling mudah dimengerti dan dipahami pun sekaligus (semoga) mengena di hati nurani para pendengarnya.

Momen peresmian perilisan “MenungguMU (Menjadi Alunan Merdu)” sendiri digelar di Melody Music Kemang Bar And Lounge, Grandkemang Hotel, Kemang, Jakarta Selatan pada Kamis, 2 Agustus 2018 lalu, sebagai bagian dari rangkaian menuju pelaksanaan “International Indie Music Festival 2018” yang rencananya bakal dilangsungkan di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD, Tangerang pada 7 September – 7 Oktober 2018 mendatang. Selain para musisi yang terlibat di lagu tersebut, hadir pula beberapa nama yang mendukung kegiatan mulia Ustadz Jamming seperti pembetot bass senior yang kini berprofesi sebagai Ustadz, Yuke Sumeru, Deddy Lisan (vokalis Andra & The Backbone), vokalis Uchie Wiby, gitaris Edi ‘Kemput’ Purnomo (Grassrock), dramer Yaya Moektio (eks God Bless) dan Rama Moektio (Ada Band) serta gitaris Medy (Suckerhead) dan Adnil Faisal (BaseJam).

Dibanding single pertama yang lebih melodius, “MenungguMU (Menjadi Alunan Merdu)” yang merupakan lagu karya cipta Almarhum Krisna J. Sadrach – seorang produser dan penggerak utama unit metal legendaris, Suckerhead – mengandung tiga spot utama, yaitu pada lintas sosok genre, aransemen musik, dan tuturan lirik. Lagu yang diaransemen ulang dan diproduseri oleh gitaris Didit Saad tersebut diambil dari album terakhir Sucker Head, “Simphoni Kehidupan” (2016). Lagu itu sendiri merupakan pilihan sang istri Almarhum, Anasthasia R.Y. Sadrach, yang merasa bahwa inilah kegelisahan Krisna akan pencarian hal-hal yang paling hakiki sebagai manusia biasa, namun tidak tuntas dalam menyampaikan makna gemuruh jeritan batinnya.

“Dasar lagu ini adalah heavy balada. Kemudian saya memikirkannya bagaimana mengolah lagu tersebut untuk Ustadz Jamming. Kemudian saya berdiskusi dengan mas Didit. Aha! Plastik adalah band grunge fenomenalnya Indonesia; yang berjaya pada era musik ‘90an. Jadi yang saya butuhkan, either hardcore or punk melodic vocalist,” ungkap Anas, founder Halaqah Kreatif dan sekaligus A&R dan Concept Development untuk proyek Ustadz Jamming.

Lalu, muncullah nama Yukie Arifin, yang dikenal sebagai vokalis band rock alternatif legendaris asal Bandung, Pas Band. Dan band ini sendiri memang memiliki ikatan cukup erat dengan Almarhum. Maka konsep lintas batas perbedaan kembali diaplikasikan secara nyata dalam sebuah proses kreatif karya rekam baru. So, the 90’s era people are in da house!

“Lalu bagian selanjutnya adalah bagaimana agar apa yang ditangkap oleh mata hati saya terhadap lagu tersebut,” lanjut Anas. Ia pun menuturkan apa yang terjadi pada saat momen-momen penting dan genting seorang Krisna dalam perjalanan spiritualnya kepada Yukie, yang kian aktif dalam berdakwah juga mahir dalam menulis rasa berbentuk syair. Terlebih Yukie sendiri pun merasakan hal-hal yang serupa dalam masa pencariannya dan keterpurukannya.

Seperti apa lagu “MenungguMU (Menjadi Alunan Merdu)”? Simak videonya di bawah ini. (*)

Kredit foto: Fransiscus Eko

.

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY