Sejak awal, Behemoth selalu identik dengan pesan-pesan yang menyerempet agama, khususnya Kristen. Tidak satu dua kali band black metal papan atas itu diseret-seret ke ranah hukum oleh pemerintah Polandia atas kasus penistaan agama. Tapi bagi Adam ‘Nergal’ Darski, vokalis, gitaris dan motor penggerak utama Behemoth, tak ada kata mundur dalam urusan tersebut.

Seperti yang kembali ia semburkan di album studio terbarunya, “I Loved You At Your Darkest” yang bakal dirilis via Nuclear Blast pada 5 Oktober 2018 mendatang. Walau judulnya terkesan ‘ramah’ – jika dibandingkan album sebelumnya, “The Satanist” – namun Nergal justru mengklaim judul ini jauh lebih menghujat.

“(Itu (sebenarnya) kalimat dari kitab suci Bible,” cetus Nergal via siaran pers resminya. “Sebenarnya merupakan sebuah kutipan ucapan dari Yesus Kristus sendiri. Dan (ketika) Behemoth menggunakannya sebagai dasar dari album rekaman, adalah sebuah penistaan yang sangat ekstrim.”

“Tentu saja,” lanjut Nergal lagi, “Hal seperti itu bisa membuat banyak orang kesal. Tapi menjadi kesal itu bagus. Kemarahan bisa menjadi tenaga penggerak yang luar biasa, terutama saat kita bergelut di musik-musik ekstrim!”

Lebih jauh lagi, Nergal juga menuding Polandia sebagai negara yang tidak memberikan kenyamanan yang cukup baginya. Di sana, katanya, ia tak pernah benar-benar merasa aman. “(Tapi) itu memberikan saya banyak inspirasi. Jika saya tinggal di Belanda atau Australia, mungkin saya tidak bisa melakukan (musik) seperti ini. (Karena) Anda bisa melakukan apa saja di sana. Saya adalah orang yang sangat menginginkan kebebasan, tapi saya tak pernah benar-benar mendapatkannya (di Polandia). Bergelut dengan hal-hal tersebut setiap hari telah membentuk saya seperti saat ini, dan memberikan saya energi dan gairah terhadap musik seperti ini.”

Namun terlepas dari isu-isu sosial tadi, Nergal bersama Tomasz “Orion” Wróblewski (bass), Zbigniew “Inferno” Promiński (dram) telah mengembangkan bahasa black metal yang kini mereka tuangkan di “I Loved You At Your Darkest”. Ada pergeseran konsep di sana-sini dan lebih dinamis. Menurut Nergal, sebuah album yang ekstrim dan sekaligus radikal, tapi juga lebih berorientasi rock dibanding album-album Behemoth sebelumnya.

“15 tahun lalu, jika saya ditanya siapa band terbaik di muka bumi ini, saya akan jawab Mayhem atau Morbid Angel. Hari ini jika Anda menanyakan itu lagi, saya akan bilang AC/DC. Itu memberikan indikasi yang sangat jelas kenapa album ini lebih mengarah ke rock.” 

Proses rekaman “I Loved You At Your Darkest” sendiri tidak dieksekusi di satu studio saja, seperti yang dilakukan behemoth saat menggarap “The Satanist”. Kini, bersama produser Daniel Bergstrand (Meshuggah, In Flames), Nergal, Orion dan Inferno melakukannya di beberapa tempat di Polandia dan Amerika Serikat. Untuk mixing dan mastering, masing-masing dipercayakan pada Matt Hyde (Slayer, Children Of Bodom) dan Tom Baker (Nine Inch Nails, Marilyn Manson). Oh ya, selain ketiga personel Behemoth, produksi album ini juga melibatkan 17 musisi orkestra dari Polandia, yang memainkan aransemen Jan Stoklosa.

Bagi Nergal, lewat album barunya ini, ia ingin menegaskan bahwa kendati Behemoth berasal dari rumpun black metal, namun sebenarnya muatan musiknya jauh lebih megah dibanding itu.“Kami tahu reputasi kami, namun dengan album baru ini, kami mengejar posisi yang lebih tinggi!”

Sebelum “I Loved You At Your Darkest”, band yang terbentuk di Gdańsk pada 1991 silam tersebut sudah merilis 10 album studio penuh, tujuh album mini (EP) serta enam album rekaman konser. Albumnya yang bertajuk “Evangelion” (2009) pernah memenangkan kategori “Heavy Metal Album of the Year” di Fryderyk Awards, sebuah ajang pemberian penghargaan karya musik terbaik bergengsi di Polandia. Sementara album “The Satanist” juga tercatat berhasil memenangkan kategori “Album of the Year” versi Metal Hammer Golden Gods Awards 2014. Pada 13 April 2018 lalu, Behemoth telah merilis sebuah karya rekaman konser bertajuk “Messe Noire”, yang dikemas dalam format DVD dan Blu-ray. (MK03)

Kredit foto: Grzegorz Gołębiowski

.

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY