Menandai 11 tahun perjalanan karirnya, unit modern metal asal Banjarmasin, Heat Seeker Rockets (HSR) kini berancang-ancang untuk meletupkan album rekaman perdananya, yang rencananya bakal rampung pada akhir 2018 mendatang. Sejauh ini, konon penggarapannya sudah memasukin tahapan 90%. Dan lewat album debut tersebut, HSR siap meledakkan formula musik berdistorsi padat yang merupakan kombinasi dari berbagai sub-genre.

“Untuk konsep musik, kemungkinan besar akan lebih (mengarah) ke modern metalcore,” cetus pihak band kepada MUSIKERAS, menegaskan.

Menurut para personelnya, yakni Rommy (vokal), Feriza (bass/vokal), Riza (gitar), Emen (gitar) dan Rino (dram), garapan musik mereka bakal kental pengaruh elemen hardcore, metalcore, thrash, deathcore, post-hardcore plus industrial. Keseluruhan ramuan merupakan hasil kolaborasi latar belakang musikal para personelnya, yang antara lain terserap dari band-band cadas dunia seperti TDWP, Korn, Born of Osiris, August Burns Red hingga Chelsea Grin.

“Karena setiap personel kami bebaskan untuk menentukan pilihan musik yang mereka inginkan dan itu kami tuang dalam HSR,” cetus mereka lagi.

Sebagai langkah pemanasan sebelum perilisan album, saat ini HSR juga telah meluncurkan single berjudul “Home” yang bisa didengarkan di berbagai gerai digital seperti Spotify, Dezzer dan sebagainya. Lalu ada juga lagu “On Heartless” yang sudah bisa dinikmati videoklip-nya di kanal You Tube. Satu lagu lagi, bertajuk “Transendensi”, dalam waktu dekat juga bakal dibuatkan video lirik, dan bakal dirilis dalam sebuah album kompilasi lokal di Banjarmasin.

Dari segi lirik, keseluruhan lagu tersebut ditulis oleh Rommy, dimana tema lirik kebanyakan terinspirasi dari hal-hal sederhana yang sering kali ditemui dalam kehidupan sehari-hari. 

“Lagu ‘Home’ menceritakan tentang merindukan gigs yang bisa dibilang, menurut kami, sedang ‘mati suri’ di Kalimantan Selatan. Kemudian untuk lagu ‘Transendensi’, terinspirasi oleh salah satu sahabat yang telah mendahului kami, karena sosoknya merupakan pribadi yang pekerja keras, jujur dan benar-benar sosok sahabat sejati. Untuk lagu ’On Heartless’ lebih terinspirasi ke kehidupan di balik layar profesi kami sebagai anak band. Sebab sebagian dari kami adalah pekerja di korporasi dan kerap melalui lika-liku korporasi yang kadang banyak terdapat kecurangan, stabbing in the back, cari muka, dan sebagainya.”

Seluruh lagu direkam HSR di studio mereka sendiri, dengan proses penggarapan yang tidak terlalu lama, karena sebelumnya mereka sudah mempunyai beberapa materi lagu yang lantas dirombak dan dibenahi sana-sini. “Pada dasarnya kami tidak begitu menemui banyak kesulitan secara teknis (dalam penggarapannya), mungkin cuma sebatas mengatur waktu rekaman saja,  karena sebagian merupakan pekerja korporasi dan kami benar-benar harus bisa mengatur waktu antara band dengan pekerjaan.”

Geliat HSR sendiri dimulai pada 7 Agustus 2007 silam, yang diawali dengan geberan musik keras bernuansa alternative rock dan post-hardcore. Pada 2012, HSR merilis album mini (EP) bertitel “Crows” dalam jumlah terbatas. Dari karya rekaman debut tersebut, mereka melahirkan lagu berjudul “Crows”, “Hermosa” dan “Rectoverso”. (mdy/MK01)

.

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY