Kata orang bijak, apalah arti sebuah nama. Nama dihadirkan tujuannya sebagai identitas, untuk membedakan satu orang atau pihak dengan yang lainnya. Nah, seperti unit cadas asal Singaraja dan Denpasar, Bali ini. Mereka memilih nama Makan di Warung (MDW) yang unik untuk membuat kehadiran mereka mudah dikenali.

Walau mengibarkan nama yang terkesan ‘ngasal’, bukan berarti MDW juga berniat lucu-lucuan di garapan musiknya. Baru-baru ini, para personelnya yang dihuni formasi Doni Lesmana (dram), Eddy Prasetiawan (gitar), Gede Pasek (vokal), Dewa Hendra (gitar), Arist Wira (bass) dan Deuh Rendra (synth/kibord) telah meluncurkan single terbaru bertajuk “Deru Serdadu” yang sarat distorsi berat berkontur metalcore dan post-hardcore yang sengit.

Olahan musik MDW terbentuk dari akumulasi berbagai latar belakang para personelnya yang kerap memainkan lagu-lagu milik band-band cadas dunia masa kini macam The Devil Wears Prada, Miss May I, ISSUES, Wage War, Betraying The Martys dan banyak lagi. “(Lagu-lagu mereka) Sering kami cover saat melakukan sesi jamming dan latihan,” cetus pihak band kepada MUSIKERAS. 

Single “Deru Serdadu” – yang mengangkat topik tentang membangun rasa semangat untuk berkembang, menumbuhkan jiwa bangkit untuk melawan dan mamacu diri untuk melakukan hal yang lebih baik dari sebelumnya – sebenarnya sudah digarap MDW sejak beberapa tahun lalu, dalam bentuk demo. Namun karena terbentur kesibukan pekerjaan masing-masing personel di luar urusan band serta kegiatan berbagai event yang mereka ikuti membuat perampungannya terbengkalai.

“Jadi baru bisa rampung dan direkam pada bulan ini. Pengerjaan rekaman kira-kira menghabiskan waktu tiga mingguan, itu pun proses take, mixing dan finishing dilakukan di hari yang berbeda-beda. Lagu ini direkam di salah satu studio rekaman di Bali bernama Rockness Record. Kendala dalam proses pembuatannya cuma terbentur pada kesibukan masing-masing personel aja, jadi penggarapannya agak lama,” urai MDW lagi.   

Dalam waktu dekat, single “Deru Serdadu” akan dibuatkan video musik resmi, yang bakal disertai kegiatan promo di berbagai event dan media. “Tahun ini kami juga berencana membuat EP (album mini) kedua kami yang tentunya disertai dengan perampungan materi-materi demo kami yang sudah siap untuk direkam. Kebetulan EP kami yang pertama sudah keluar tiga tahun yang lalu. Jadi rencananya, EP kedua bakal tetap kami lakukukan di tahun ini juga.”    

MDW sendiri terbentuk tujuh tahun lalu, tepatnya 18 Agustus 2011. Awalnya dibentuk dari keisengan empat musisi yang merupakan teman sekelas di bangku sebuah universitas. Sejauh ini, MDW sudah merilis EP bertajuk “The Black Capter Begins” serta tiga buah single berjudul “Reinkarnasi Dalam Tinta”, “My Blood And Your Bone” dan “Deru Serdadu”. (mdy/MK02)

.

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY