Unit cadas asal Pekanbaru, Riau ini baru saja meluncurkan sebuah video musik dari lagu baru mereka yang bertajuk “Pithecanthropus Erectus” via kanal YouTube. Di video tersebut, Marlapute menyelipkan cuplikan adegan perang yang memberi kesan berbahaya, yang langsung memacu adrenalin.

“Pithecanthropus Erectus” sendiri merupakan salah satu lagu yang bakal mengisi album rekaman penuh yang sedang mereka garap. Di situ, para personel Marlapute, yakni Oky Adrian (vokal), Hario Hanityo “Tyo” Pramono Syuman (gitar), Willy Saputra (gitar), Priyatno “Ano” Santoso (bass) dan Yuda Febriansyah (dram) menuturkan lirik yang lebih mengacu pada hal yang berbau blasphemy. Mereka mencoba menyampaikan tentang keresahan terhadap kesenjangan sosial antara kaum elite dan bawahan. Suara yang tak terdengar hingga akhirnya meneriakkan kata perang dan melawan perbedaan status sosial yang ada pada saat ini.

Menurut pihak band, “Pithecanthropus Erectus” digarap selama seminggu, sudah termasuk proses mixing dan mastering, yang keseluruhan dieksekusi di studio rumahan milik teman mereka sendiri, Misba Al. Penggarapan komposisinya diramu oleh Hario Hanityo Pramono Syuman dan Willy Saputra. Sementara untuk lirik ditulis oleh Oky Adrian. Mereka mencoba memasukkkan beberapa isian groovy, namun tanpa menghilangkan kesan hardcore.

“Kami coba menggabungkan beberapa rasa dari genre yang berbeda, seperti Slipknot, Soulfly dan Crossfaith. Dan perpaduan tersebut (dilakukan) tanpa menghilangkan root dari hardcore itu sendiri,” ungkap Tyo kepada MUSIKERAS, menerangkan.

“Dan kami sendiri ingin membuat lagu ini seakan melampiaskan keresahan yang ada pada lirik dan dapat tersalurkan dengan musik yang seperti ini,” seru Oky menimpali.

Hardcore yang dipadukan dengan berbagai elemen genre lain sendiri mereka lakukan bukan tanpa maksud tertentu. “Karena kami ingin menunjukkan bahwa ‘Hardcore itu seru loh!’”

“Pithecanthropus Erectus” menjadi salah satu senjata Marlapute untuk menghujam pasar hardcore di Tanah Air dan mancanegara. Sebelumnya, Marlapute yang terbentuk pada 2014 telah merilis single bertajuk “Seifer” pada 2016 lalu. Oh ya, nama Marlapute sendiri diadaptasi dari salah satu jenis ranjau dalam bahasa Thailand. “Dengan menggunakan nama ini, kami memiliki misi bahwa jika kami terpijak, maka kami akan meledak, hahaha…!” (aug/MK01)

.

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY