Lagi, sebuah unit bising dengan formasi unik siap memekakkan kuping di skena rock independen Tanah Air. Zigi Zaga namanya, dihuni dua musisi laki-laki dan dua perempuan, yakni Rika Putrianjani (vokal), Wizra Uchra (dram), Ricky Putra (gitar) dan Eka Annash (bass), musisi yang juga dikenal sebagai pentolan band rock & roll, The Brandals. Untuk mendengarkan gebrakan mereka, sebuah single debut bertajuk “Kill The Noise” telah diluncurkan via berbagai kanal digital sejak 7 September 2018 lalu.

Lalu dalam waktu dekat, sebuah album debut bertajuk “Psycho Mob” juga bakal dirilis oleh band asal Jakarta yang terbentuk sejak April 2015 ini. Karya rekaman tersebut telah digarap sejak tiga tahun belakangan, direkam di studio ALS Rempoa, Tangerang dan Starlight Studio, Pondok Kelapa Jakarta Timur, dan kini sedang memasuki tahap penyelesaian akhir mixing dan mastering.

Baik single maupun album digarap para personel Zigi Zaga secara independen agar memberikan ruang yang leluasa untuk bereksplorasi dan ekspansi artistik. Materi yang akan terdengar di album debut mereka nanti adalah 100% hasil kerja keras dan kreasi Zigi Zaga. Lagu “Kill The Noise” misalnya, adalah murni hasil jamming para personel saat melakukan latihan rutin.

“Mayoritas materi lagu Zigi Zaga adalah hasil kolaborasi antar personel, walaupun ada beberapa lagu yang berasal dari masing-masing individu dan diselesaikan secara kolektif,” ungkap Eka Annash mewakili rekan-rekannya di Zigi Zaga kepada MUSIKERAS.

Khusus proses rekaman “Kill The Noise”, para personel Zigi Zaga membutuhkan waktu sekitar tiga bulan untuk merampungkannya. Maklum, menurut mereka, karena sesi rekamannya dilakukan secara estafet karena keterbatasan dana. Ditambah lagi, dramer pertama mereka, Rama Herniawan mengundurkan diri di tengah proses rekaman, sehingga ada jeda sekitar tiga bulan karena harus mencari dramer pengganti, sampai akhirnya bertemu dengan Wizra Uchra.

“Lalu kami juga mencari sendiri resource untuk sound engineer yang bisa membantu mixing, ini juga makan waktu. Jadi kendala terbesar kami pada saat rekaman adalah waktu dan dana. Secara musikal dan teknis, proses rekaman malah berjalan lancar karena kami sudah punya visi seperti apa materi kami seharusnya terdengar.”

Untuk konsep musik sendiri, Zigi Zaga mengeksplorasi berbagai referensi rock era ’90an, yang melibatkan elemen grunge, alternative, indie-rock, juga psychedelic, heavy metal hingga punk rock. Di situ, terserap inspirasi dan pengaruh dari band-band seperti The Smashing Pumpkins, The Breeders, Joan Jett and the Runaways hingga Talking Heads.

“Kami juga banyak bermain dengan komposisi dan aransemen yang di-infuse dengan berbagai genre dalam satu lagu,” cetus Eka lagi,  memperjelas. “Seperti halnya ‘Kill The Noise’ yang kuat dengan elemen punk rock di bagian awal dan lantas bermutasi menjadi blues di tengah hingga akhir lagu. Musik Zigi Zaga punya banyak warna yang bisa dinikmati semua orang, hasil persilangan seimbang faktor maskulin dan feminin dari formasi dua cowok dan dua cewek! You simply have to see us because we ROCK and we look COOL!” (mdy/MK01)

.

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY