Lewat album mini (EP) bertajuk “So Repeat This Line”, unit cadas asal Padang, Sumatera Barat ini menancapkan keeksisan, sekaligus mengampanyekan isu-isu  humanitarian. Kira-kira, keseluruhan konsep mereka seperti menggabungkan gerak-gerik distorsi ala band-band dunia macam Trivium, Disturbed, Jinjer hingga Five Finger Death Punch, yang lantas dibumbui dengan gelontoran lirik ala Rage Againts The Machine dan Architects.

“Karena sesuai dengan isu humanitarian yang kami angkat di EP ‘So Repeat This Line’. Melalui musik, kami ingin menyuarakan distorsi dari kehidupan sosial yang terjadi secara global. Kami berharap dengan cara kami menyampaikan isu humanitarian melalui musik metal ini, para metalhead sadar dan melakukan tindakan preventif atas fenomena negatif yang nyata terjadi di sekitar kita,” urai pihak Raze kepada MUSIKERAS, menegaskan.

Proses pembuatan “So Repeat This Line” sendiri menghabiskan waktu selama kurang lebih tujuh bulan. Eksekusinya dimulai pada Desember 2017 dan rampung pada 26 Juli 2018. Saat penggarapan empat lagu di EP tersebut, yakni “Aksara”, “Echo”, “Falldown” dan “Voices”, Akbar Nicholas (gitar/vokal) yang menjadi motor penggerak Raze dibantu oleh gitaris Bardi Rahmawan, sosok yang berperan penting dalam proses tersebut, baik dalam proses kreatif maupun teknis. Seiring dengan berjalannya waktu, beberapa musisi yang sudah lama berkecimpung di dunia musik kota Padang pun turut membantu dalam proses perampungan materi- materi di EP tersebut.

Untuk proses mixing dan mastering, Raze bekerjasama dengan sound engineer kawakan kota Padang, Cimay dari 3AM Production, sekaligus mendapatkan kesempatan merilis salah satu single mereka, berjudul “Falldown” untuk sebuah album kompilasi bertajuk “Padang Record Store Day 2018”. Pada 26 Juli 2018, keseluruhan proses produksi rekaman rampung dan Raze pun merilis “So Repeat This Line” dalam format digital. Karya-karya rekaman tersebut kini bisa diakses melalui berbagai platform digital seperti Spotify, Songtradr, Reverbnation, Bandcamp, Soundcloud serta sebuah platform web streaming musik metal yang berbasis di Yunani, eatthismetal.blogspot.gr.

Sekadar informasi, Raze sebenarnya merupakan proyek yang awalnya diinisiasi oleh Akbar di Talawi, Sawahlunto, Sumatera Barat pada pertengahan September 2017 lalu. Saat itu, ia dibantu oleh dua orang musisi lokal, yakni Galuh dan Hendri. Namun karena faktor pekerjaan, keluarga dan waktu, Akbar akhirnya terpaksa melanjutkan proyek tersebut di Padang, dengan kesepakatan yang sudah disetujui bersama dengan Galuh dan Hendri. Setelah proses diskusi di Sawahlunto dan proposal kepada beberapa praktisi musik metal di kota Padang, Raze akhirnya terbentuk dengan formasi Bardi, Akbar, dan Esa Valentino.

Dalam proses perampungan materi yang masih berbentuk guide kasar, Raze dibantu juga oleh dua orang vokalis yang juga aktif dalam permusikan kota Padang, Hardik dan Aban. Hardik akhirnya dipilih untuk menjadi frontman Raze karena dirasa memiliki kesamaan visi dan warna vokal dengan musik yang diusung Raze. Jadi, kini Raze diperkuat formasi Akbar, Bardi, Hardik (vokal), Esa Valentino (bass) dan Rizki Desvino (dram). (aug/MK01)

.

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY